Showing posts with label DI Box. Show all posts
Showing posts with label DI Box. Show all posts

Tuesday, March 28, 2023

Seberapa Penting Sebuah DIRECT BOX?




Bagi banyak musisi dan sound engineer, DI box mungkin hanyalah sebuah kotak kecil yang mengubah konektor. Tetapi DI Box melakukan lebih dari itu, dan seperti halnya mikrofon, ada banyak pilihan, tergantung pada aplikasi dan hasil yang diinginkan.

Mengapa harus menggunakan DI Box?

Fungsi utama dari direct box adalah untuk mengubah sinyal impedansi tinggi yang tidak seimbang dari instrumen menjadi sinyal impedansi rendah yang seimbang yang kompatibel dengan P.A. atau sistem perekaman.

Sinyal impedansi tinggi seperti kabel koaksial ¼” dari gitar atau bass jauh lebih rentan menangkap noise dari medan magnet dan frekuensi radio dari catu daya, dimmer, lighting system, amplifier gitar, dan kabel daya di dekatnya. Biasanya, kabel gitar koaksial tidak boleh melebihi 25′.

Kabel impedansi rendah yang seimbang-biasanya diakhiri dengan kabel XLR 3-pin yang dapat memanjang hingga ribuan kaki, karena kabel ini menggunakan desain twisted-pair yang menghambat kebisingan. (Perusahaan telepon telah menggunakan kabel twisted-pair selama lebih dari 100 tahun untuk alasan ini).

Mencocokkan impedansi input tinggi dari instrumen dengan benar dan mengubahnya menjadi impedansi rendah juga membantu mempertahankan nada alami instrumen.

DI Box Aktif vs Pasif

Direct box tersedia dalam dua kategori umum: aktif dan pasif. Mirip dengan mikrofon dinamis, direct box pasif tidak memerlukan daya untuk bekerja. Mesin di dalamnya adalah transformator audio. Dan seperti halnya mikrofon dinamis, kita dapat “menggelontor” ke sebuah direct box dengan sumber output yang sangat tinggi dan tidak akan mengalami distorsi. Faktanya, transformator tidak mendistorsi; mereka memberikan saturasi. Saat kita meningkatkan input, transformator bertindak seperti pembatas atau kompresor alami, dan, tergantung pada kualitasnya, menghasilkan nada hangat yang sering disebut sebagai “suara vintage.”

Trafo berbiaya rendah dibuat di sekitar inti baja, sedangkan trafo yang mahal, seperti yang dibuat oleh Jensen Transformers Inc. menggunakan nikel. Nikel cenderung lebih disukai karena menghasilkan nada yang jauh lebih alami dengan distorsi harmonik yang lebih sedikit. DI box pasif cenderung lebih disukai untuk instrumen dengan output tinggi seperti keyboard dan bass aktif.

 

Fitur Standar Pada DI Box

Sebagian besar direct box menyertakan pad, yang terkadang diaktifkan ketika sinyal input sangat hot sehingga menyebabkan box kelebihan beban sebelum waktunya. Fitur pembalik polaritas 180° memiliki dua fungsi. Terutama, fitur ini dapat digunakan untuk berinteraksi dengan peralatan lama yang mungkin tidak terhubung ke standar AES pin-1 ground, pin-2 positif, dan pin-3 negatif. Fungsi ini juga dapat digunakan untuk tujuan kreatif ketika menggabungkan mikrofon dan sinyal DI, untuk membuat sinyal gabungan lebih cocok secara musikal. Sakelar ground-lift mengurangi noise dari ground loop dengan mengangkat audio ground (pin-1), sehingga sumber dan tujuan mendapatkan ground masing-masing dari sistem daya.

DI box aktif seperti mikrofon kondensor yang membutuhkan daya 48 volt atau baterai agar dapat berfungsi. Daya digunakan untuk menguatkan sinyal dan seperti halnya amplifier lainnya, dynamic range dibatasi oleh daya yang tersedia. Karena baterai cenderung mati pada waktu yang paling tidak tepat, sebagian besar kotak DI aktif menggunakan phantom 48 volt untuk memberi daya pada rangkaian, yang pada gilirannya akan melakukan konversi impedansi dan penyeimbangan. Masalahnya di sini adalah, jika kita menemukan noise dan mengangkat ground, fungsi ini akan mematikan daya phantom 48V, dan mengalihkan daya ke baterai. Beberapa desain yang lebih baru (misalnya, Radial J48) memungkinkan ground terangkat tanpa kehilangan daya, sehingga meniadakan kebutuhan akan baterai.

Friday, February 4, 2022

Direct Box vs Preamp : Panduan Memilih Perangkat Untuk Gitar Bass dan Instrumen Akustik.

  


Banyak pemain gitar akustik dan bass yang masih bertanya-tanya perihal direct box dan preamp; manakah dari keduanya yang jadi pilihan tepat untuk instrumen dan berbagai keperluan mereka? Jika mereka yang secara teratur tampil di atas panggung atau merekam di studio, sangat penting untuk memiliki direct box berkualitas untuk menghubungkan instrumen dengan peralatan preofessional audio. Lalu kapan dan dimana kita harus mempertimbangkan untuk menggunakan preamp? Artikel ini dapat dijadikan navigasi bagi pemain gitar akustik, pemain bass serta instrumentalis akustik lainnya, untuk mempermudah dalam menentukan pilihan yang tepat untuk kebutuhan mereka.

 

Direct Box

Direct box memiliki dua tujuan utama; yang pertama adalah untuk mengambil sinyal dari gitar atau instrumen Anda dan mengoptimalkannya untuk dimasukkan ke dalam peralatan audio pro seperti sistem PA, mixer, atau perangkat perekaman. Hal ini memerlukan konversi audio dari koneksi level instrumen ber-impedansi tinggi dan tidak seimbang (unbalance) ke sinyal microphone level impedansi rendah dan seimbang (balance). Penggunaan DI box juga memberikan manfaat tambahan yang memungkinkan kita untuk menghubungkan output DI melalui kabel panjang hingga 300ft tanpa degradasi sinyal audio yang signifikan atau kebisingan. Penggunaan kedua untuk DI box adalah untuk memisahkan sinyal asli (biasanya dari keluaran berlabel Thru) yang dapat digunakan untuk memberi umpan sinyal (feed) ke amplifier terdekat, baik untuk monitoring di atas panggung maupun untuk merekam dengan mikrofon.

 

Mari kita ambil contoh salah satu DI Box yang populer di kalangan musisi dan menjadi salah satu yang terbaik di dunia; Radial JDI. Radial JDI adalah DI Box pasif terkemuka di industri ini, yang berarti DI Box ini dapat dengan mudah ditemukan di studio dan di berbagai panggung di seluruh dunia, termasuk nama-nama besar dalam industri musik dan audio yang menggunakannya. Salah satu alasannya adalah karena DI box ini dibuat dengan pendekatan tanpa kompromi untuk mempertahankan kemurnian tone dan integritas sinyal instrumen; yang mana JDI memiliki fitur trafo Jensen premium untuk tujuan ini. Transformator berkualitas tinggi adalah yang membuat DI Box pasif berfungsi baik dan dapat menangani level sinyal input yang sangat ‘hot’ sekalipun dengan tanpa distorsi, yang membuatnya ideal untuk perangkat dengan gain tinggi seperti bass aktif dan pedal-chain gitar. DI box berbasis transformator juga memiliki kemampuan untuk men-saturasi-kan sinyal pada tingkat input tinggi daripada memotong sinyal, itulah sebabnya pemain gitar akustik yang menggunakan preamp bawaan menyukai cara ini, karena dapat menghaluskan nada mereka dan menjaga tone tetap terdengar natural. Sebagai manfaat tambahan, JDI mudah digunakan di tempat mana pun karena tidak memerlukan daya eksternal untuk mengoperasikannya.

 




Contoh lain adalah Radial J48. J48 adalah direct box aktif, artinya perangkat ini membutuhkan daya (dalam bentuk phantom power 48V) dari sistem PA atau recording interface saat menggunakannya. DI box aktif berfungsi sebagai unity gain preamplifier dan menjaga serta mencegah degradasi sinyal dan kehilangan frekuensi tinggi yang diakibatkan penggunaan kabel yang panjang. DI aktif akan membantu memberikan 'jangkauan' ekstra ke instrumen pasif seperti alat musik akustik tanpa preamp bawaan atau gitar bass dengan pickup pasif. Kemampuan ini juga membuat J48 menjadi favorit banyak pemain gitar listrik dengan pickup magnetik.

 

Preamp

Sekarang kita bahas preamp, biasa sering disebut juga sebagai preamplifier  (jangan makin bingung dengan istilah mic-preamp, yang secara khusus dirancang untuk membawa sinyal mikrofon ke level-line). Preamp instrumen sering kali memiliki kesamaan fungsi seperti direct box, akan tetapi preamp memiliki fungsi lebih dengan menambahkan footswitch yang dapat memengaruhi performa secara real-time; seperti fitur tone-shaping yang membantu meningkatkan performa tone dari instrumen atau filter yang mengurangi feedback saat tampil di atas panggung. Pada preamp kita mungkin juga menemukan beberapa port koneksi untuk pedal efek, built-in signal booster serta beberapa input yang dapat dialihkan atau dijumlahkan bersama-sama, serta output tuner buffer yang dipasangkan dengan sakelar mute untuk tuning secara senyap di atas panggung. Jika kita lebih tertarik pada kemungkinan memiliki salah satu opsi ini dengan cukup menekan footswitch atau memutar tombol, itu pertanda bahwa kita memang harus mulai mempertimbangkan untuk menambahkan preamp ke signal chain instrumen kita.

 

Jika instrumen dan jenis pickup-nya dapat memandu memilih direct box  mana yang tepat, maka memilih preamp instrumen lebih tentang fitur mana yang sesuai dengan pengaturan dan gaya bermain kita, karena sebagian besar preamp dapat menangani berbagai input. Untuk diperhatikan bahwa jika kita memiliki transduser piezo, maka kita harus memastikan bahwa preamp menyertakan opsi untuk input impedansi tinggi 5Meg ohm atau lebih.




 

Sebagai bahan pembanding, kita akan mengambil contoh Radial PZ-Pre. PZ-Pre tidak hanya untuk ‘memahat dan mempercantik tone’, tetapi juga dapat mempermudah pengaturan yang rumit dan menawarkan beberapa pilihan routing dan pengalihan sinyal. Jika kita ingin dapat beralih instrumen tanpa mencabut kabel, aktifkan pedal efek dan dapat memberikan dorongan ‘clean’ yang lebih bertenaga dari satu perangkat, ini adalah preamp ideal untuk tujuan itu. PZ-Pre dapat dianalogikan sebagai pusat komando untuk pengaturan akustik dengan koneksi untuk input dual instrumen dan sebuah effects loop, serta tambahan dua built-in DI Out – satu Pre-EQ Send untuk mengirim sinyal / feed ke sistem PA, dan satunya Post-EQ Out untuk monitor mix. Preamp ini juga mencakup EQ penuh, dua kontrol level input dan opsi untuk menjumlahkan dua input bersama-sama. Hal ini memungkinkan kita untuk memadukan dua jenis pickup sekaligus untuk nada yang solid dan siap merekam.

 

Kesimpulan

Sekarang mungkin sudah jelas apa yang kita butuhkan untuk perangkat pendukung di studio maupun di panggung live. Mulai dari direct box pasif tanpa repot hingga preamp berfitur lengkap yang dapat dikonfigurasi ulang tanpa batas, ada banyak opsi yang bisa diambil yang sesuai dengan kebutuhan setiap musisi. Semoga artikel ini memberi gambaran dari banyak pilihan yang tersedia. Jika ingin tahu lebih banyak tentang salah satu produk ini, jangan ragu untuk menghubungi kami.

Tuesday, January 8, 2019

Radial DiNET DAN-TX

Radial DiNET DAN-TX adalah perangkat pemancar Dante ™ 2-channel untuk menambahkan instrumen atau input Line level ke sistem Dante. Perangkat ini jadi solusi tepat untuk menghubungkan peralatan audio analog dengan jaringan digital Dante-enabled. Tersedia input untuk koneksi ¼ ”, RCA, dan 3,5mm; sehingga instrumen, smartphone, tablet dan pemutar audio lainnya dapat diintegrasikan dengan mulus. DAN-TX menangani level sinyal hingga + 24dB, bahkan pada saat menerima output paling HOT sekalipun tanpa membebani perangkat.



Sakelar yang terdapat pada samping bodi memungkinkan Anda mengonfigurasi DAN-TX untuk digunakan dengan instrumen atau perangkat line level, menggunakan pad -20dB, atau memanfaatkan high-pass filter saat diperlukan. Konverter 24bit / 96kHz memastikan kualitas audio sebaik mungkin. Dengan konstruksi baja 14-gauge memastikan DAN-TX akan bertahan dengan kondisi tur yang paling berat.

·     Perangkat input analog stereo untuk jaringan Dante
·     menghubungkan instrumen atau sumbr sinyal line level
·     ¼ ”, RCA, dan input TRS stereo 3,5mm
·     Konversi analog ke digital 24bit / 96kHz




Makin banyak cara untuk dapat terhubung ke sistem Dante


Perlu menghubungkan smartphone, tablet, atau perangkat pemutar musik ke perangkat lain dengan sistem/ jaringan Dante? Bagaimana dengan gitar listrik, dengan tetap mengirim sinyal pada ampli di panggung? DiNET DAN-TX dapat melakukan semuanya. Bahkan, dengan penanganan sinyal sampai dengan +24dB, Anda dapat menghubungkan output LINE level dari mixing console ke DAN-TX tanpa perlu repot. Dilengkapi dengan kontrol level yang memungkinkan Anda menyesuaikan sinyal sesuai kebutuhan serta berbagai jenis konektor input yang memastikan Anda tidak akan mencari-cari kabel adaptor pada saat yang kritis. Apa pun sumber yang Anda gunakan, DiNET DAN-TX adalah cara termudah untuk mengintegrasikan audio analog Anda ke jaringan sistem Dante.



Spesifikasi
  • Audio circuit type                   : High current balanced active output device
  • Number of channels              : 2 Channel
  • Frequency response            : 20HZ – 20kHz
  • Dynamic range                      : >103dB
  • Total harmonic distortion       : 0,007% @ -6dBfs
  • Intermodulation distortion      : 0.0017% -10dBfs
  • Input Impedance                   : Unbal 240Ω (20kΩ Line Mode), Bal 40kΩ
  • Noise                                      : 44.1kHz, 48kHz, 88.2kHz, 96kHz (24 bit)

            
Fitur
  • Input pad, HPF, Level Control
  • Input Connectors                  : ¼” TRS, 3.5mm & RCA
  • Output Connector                 : RJ45 Ethernet
  • Extras                                     : Instrument / Line Mode
  • Power                                     : 15VDC 400mA (included) or PoE

Radial DiNET DAN-RX

Radial DiNET DAN-RX adalah perangkat endpoint interface Dante 2-channel yang memungkinkan Anda dengan mudah mendapatkan balanced output audio dari perangkat yang terintegrasi dengan sistem Dante.


  • ·     Perangkat output analog stereo untuk jaringan Dante
  • ·     Output XLR balanced untuk koneksi di mic atau LINE level
  • ·     Headphone amplifier untuk personal monitor
  • ·     Konversi digital ke analog 24bit / 96kHz




Distribusi digital audio yang mudah

Radial DiNET DAN-RX memberi solusi sederhana untuk mengambil sinyal stereo dari jaringan Dante dan mengubahnya menjadi audio analog untuk monitoringdimanapun. Output XLR balanced memungkinkan untuk terhubung ke peralatan audio profesional seperti konsol mixing, amplifier, atau sepasang speaker aktif. Selain itu, terdapat output headphone 3,5mm yang dilengkapi dengan kontrol level independen untuk memeriksa audio sebelum dikoneksikan ke sistem PA atau untuk memonitor secara lokal dengan headphone, sangat membantu dalam acara yang menggunakan sistem personal monitor. DAN-RX dapat diaktifkan dari suplai eksternal yang disertakan atau switch jaringan Power over Ethernet (PoE), dan kedua opsi ini dapat digunakan secara bersamaan untuk menyediakan redundansi untuk aplikasi yang kritikal.

DiNET DAN-RX dikemas dalam sasis baja 14-gauge dengan desain bookend untuk melindungi konektor dan mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk  yang tak terduga dari kerasnya lingkungan produksi tur dan rental.




Spesifikasi
Audio circuit type                   : High current balanced active output device
Number of channels              : 2 Channel
Frequency response              : 20HZ – 20kHz
Dynamic range                      : >100dB
Gain                                       : 8dBu max @ -6dBfs
Total harmonic distortion       : 0,007% @ -6dBfs
Output Impedance                 : 150Ω
Noise                                     : 44.1kHz, 48kHz, 88.2kHz, 96kHz (24 bit)
            
Fitur
Input Connectors                  : RJ45 Ethernet
Output Connector                 : XLR
Extras                                   : 3.5mm headphone for testing
Power                                   : 15VDC 400mA (included) or PoE

Friday, April 20, 2018

RADIAL JDX Direct-Drive

Bagi kalangan musisi dan sound / system engineer, brand Radial bukan barang baru lagi. Melalui produk DI Box dan beberapa pedal gitar dan bass yang berkualitas, Radial banyak dijumpai di berbagai rental audio system maupun di pedalboard musisi pro di seluruh dunia. Salah satu produk terbaru dari Radial adalah JDX Direct-Drive™ Amp Simulator dan DI Box dalam satu device.


Radial JDX Direct-Drive™ memiliki keunikan tersendiri, karena memiliki 2 fungsi sekaligus; memberi emulasi sound ampli gitar dan berfungsi sebagai DI Box. Tidak seperti tipikal DI box kebanyakan yang hanya mengirim sinyal gitar dan pedal ke PA, JDX Direct-Drive™ mengemulasi tone dan dan ‘rasa’ ampli gitar aslinya dan membuatnya terdengar sangat realistik. Dengan kata lain, dengan JDX Direct-Drive™ di pedalboard-mu, kamu bisa manggung kemanapun tanpa harus repot-repot membawa ampli.
Tone Voicing
Radial JDX Direct-Drive™ menyediakan berbagai pilihan emulasi sound ampli, mulai dari kabinet 4x12, half stack dan juga open-back combo. Untuk memberikan nuansa dan karakter yang lebih sparkling, terdapat switcher presence yang dapat dipilih sesuai dengan selera.


Input / Output
Sinyal gitar diproses oleh JDX Direct-Drive™ melalui sebuah input jackstandar ¼”. Dari sinyal yang masuk tersebut dapat dikirim ke ampli (feed amp) sebagai opsi apabila dibutuhkan, melalui passivethru-put. Sinyal ini murni sinyal ‘numpang lewat’ dari gitar tanpa ‘diolah’ oleh JDX. Sedangkan sinyal utama akan masuk ke dalam rangkaian proses filtrasi (buffer) untuk menghasilkan berbagai tone voicing JDX yang has.
Sinyal gitar yang telah melalui proses filtrasi JDX Direct-Drive™ keluar melalui output phone jack 1/4” dan balanced XLR yang dapat langsung disambungkan ke mixer / PA System. Untuk mengatur / men-sejajarkan phase antara monitor dengan ampli, JDX Direct-Drive™ juga dilengkapi dengan sebuah switcher pembalik polarity 180° dan switcher ground lift untuk mengeliminasi hum dan buzz yang ditimbulkan oleh ground loops.
Selain itu, terdapat sebuah outputkhusus untuk tuner yang telah di-buffer untuk mengurangi kelebihan muatan pada pickup,yang dapat menimbulkan noise. 

Sama seperti keseluruhan produk Radial, JDX Direct-Drive™ dibuat dari material baja yang kokoh dan tahan banting untuk memenuhi tuntutan professional touring yang dinamis. Hal ini bukan hanya untuk melindungi kerusakan internal pada PCB, tetapi juga untuk melindungi dari noise yang diakibatkan oleh medan magnet dari. JDX Direct-Drive™ dapat diaktifkan dengan power supply 9 volt standar atau pedalboard power brick.

Monday, July 24, 2017

RADIAL USB-PRO - Stereo USB Laptop DI



RADIAL USB Pro adalah perpaduan antara audio converter (DAC) resolusi tinggi dan direct box yang di desain untuk mengkoneksi audio digital dari komputer ke perangkat analog. Terdapat dua buah output balance XLR dengan level control sehingga dapat dengan mudah mengatur sinyal ke preamp, PA system, konsol mixer, bahkan ke power speaker sekalipun. Dibuat dengan konsep plug and play, RADIAL USB Pro ini akan secara otomatis langsung dikenali oleh berbagai sistem operasi yang populer seperti, Windows XP, Windows 7/8/10 dan juga Mac OSX.


Koneksi ke komputer dapat dilakukan melalui port USB type B. Konversi Digital ke analog dapat di monitor dengan headphone melalui output 3.5mm yang tersedia, sehingga kualitas audio dapat dimonitor sebelum disambungkan ke sebuah sistem audio. Terdapat pula tombol mono-sum yang dapat diaktifkan untuk nge-check phase untuk koneksi ke sistem audio mono. Jika terjadi hum atau pun buzz dikarenakan oleh ground loops, terdapat dua switch yang tersembunyi di dalam chasis untuk mengaktifkan isolation transformer ke masing-masing output. Untuk lebih mengurangi noise, terdapat pula tombol ground lift untuk memutuskan koneksi pin no 1 di tiap konektor output XLR.

Seperti produk Radial lainnya, USB-Pro di desain untuk mengatasi berbagai kondisi yang terjadi dalam lingkungan professional touring. Design cangkang bodi yang unik seperti buku membuat zona aman di sekeliling tombol-tombol dan konektor, serta melindungi perangkat di dalamnya. Di dalam chasis yang kokoh, desain konstruksi I-beam kami yang sudah teruji akan memastikan bagian elektronik yang sensitif seperti PC board tidak akan memelintir, yang dapat mengakibatkan komponen-komponen menjadi rusak (fail). Dan terakhir, terdapat slip-pad pada seluruh bagian bawah untuk memberikan isolasi mekanikal dan insulasi elektrikal.

Thursday, July 13, 2017

Memilih Direct Box untuk Bass, Keyboad dan Gitar Akustik (bagian 2)

Pada artikel minggu lalu, kita telah membahas tentang direct box (DI box) Pasif, seksrang kita lanjut ke pembahasan tentang direct box Aktif beserta kapan dan dalam situasi seperti apa penggunaannya?
Lanjutt…

active vs passive DI BOX
 
Bass electric dengan pickup aktif
 
Gitar acoustic dengan pickup aktif
 
j48-app2-lrg-
 
j48-app3-lrg-
 

 
Direct Box Aktif

Pada umumnya, direct box aktif adalah amplifier unity gain yang memakai rangkaian sirkuit elektronik untuk melakukan konversi impedansi dan balancing. Sama seperti microphone condenser, DI aktif membutuhkan power, baik dalam bentuk baterai, power supply atau lewat phantom power. DI aktif sangat populer digunakan karena banyak tersedianya 48V phantom power dan biaya produksi mereka yang terjangkau dibandingkan dengan pasif transformer. Seperti layaknya microphone condenser, direct box aktif biasanya lebih memiliki ‘jangkauan’ dibanding direct box pasif, hal ini dikarenakan dengan adanya ‘buffering amplifier’ yang men’drive’ sinyal nya, impedansi dari input dapat di-naik-kan ke titik dimana load tambahan dari direct box dan kabel tidak mempengaruhi instrumen tersebut. Hal inilah yang membuat direct box aktif cocok untuk instrumen pasif.

J48

Sama seperti mic preamp ataupun power amplifier, harga dan kualitasnya dapat bervariasi. Sirkuit solid state sangat dibatasi oleh rail atau supply voltagenya. Ketika sinyal inputnya melebihi batas (limit), sinyal tersebut terpotong (clipped) dan memberikan suara distorsi seperti square wave. Phantom power awalnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan mic condenser. Tegangan yang cukup tinggi dari phantom power (48V) dengan arus yang relatif rendah (5 sampai 10 milliamps) cocok untuk kebutuhan mic tersebut. Tetapi untuk sebuah amplifier (ataupun direct box aktif) arus yang terbatas tersebut membuat susah untuk memenuhi kebutuhan headroom yang tinggi sekarang ini. Desain terkini dari Radial J48 dan J48 Stereo telah berkembang untuk memenuhi headroom ini dengan menggabungkan switching supplies kedalam sistem powernya. Hal ini mengeliminasi perlunya untuk mem’pad’ input untuk menghindari distorsi dan menghasilkan output level yang tinggi serta noise yang rendah.

Radial J48 Active DI Box

Salah satu keuntungan lain dari J48 adalah kemampuannya untuk mengangkat ground (ground lift) tanpa memutuskan phantom power. Dahulu, ground lift berarti berpindah dari 48V phantom ke baterai internal 9V. Seperti kebanyakan orang menyarankan, bahwa bergantung pada baterai sangat tidak disarankan, ketika output power menurun, distorsi akan bertambah. Dengan ground lift dari dalam power supply, maka masalah ground loops akan dapat dihilangkan tanpa bergantung pada baterai.

Mana yang lebih baik?

Pertanyaan yang sama dapat kita aplikasikan untuk microphone: mana yang lebih bagus, micorphone dinamik atau condenser? Jawabannya adalah: tergantung kebutuhannya. Sebagai pedoman, untuk level output yang tinggi seperti synthesizer, piano digital ataupun bass elektrik aktif, lebih baik menggunakan direct box pasif. DI pasif dengan performa tinggi seperti JDI Stereo tidak hanya dapat mengakomodasi output tinggi dari instrument tersebut dengan baik, tetapi jika di push, transformer Jensen akan memberikan respon yang smooth untuk trasientnya.
xamp-setup-2-amps
 
Bass electric dengan pickup aktif

Gitar acoustic dengan pickup aktif

Untuk instrumen dengan level sinyal yang rendah seperti bass elektrik pasif, instrumen yang memakai magnetik pickup seperti gitar, lebih disarankan untuk menggunakan direct box aktif seperti Radial J48. Rangkaian circuit aktif akan lebih mudah untuk mengatasi transient yang tinggi sampai 9V. Karena sirkuit aktif  dengan impedansi 220.000 ohm, DI aktif ini tidak akan merendahkan load di pickup, sehingga akan menghasilkan suara yang lebih solid dipanggung.
 
Bass electric dengan pickup pasif

Gitar electric dengan pickup pasif

Lalu mengapa artis seperti Paul McCartney, Neil Young dan Tommy Emmanuel menggunakan Radial J48 di gitar akustik mereka? Karena mereka menyukai suara yang dihasilkannya. Pilihan pribadi memang punya peranan penting dihidup kita, pun tidak berbeda dengan pilihan DI box. Di box Radial JDI dan J48 keduanya memiliki respon suara yang flat dari 10Hz hingga sampai 40kHz. Keduanya mampu mengatasi sinyal yang besar tanpa distorsi dan menghasilkan suara yang natural seperti instrumen yang dipakai.

j48-app1-lrg-

J48 Stereo with acoustic guitar

Jadi, silahkan pilih yang sesuai dengan kebutuhan.

Tuesday, June 20, 2017

Memilih Direct Box untuk Bass, Keyboad dan Gitar Akustik (bagian 1)

Hanya sedikit artis atau sound engineer yang benar-benar mempertimbangkan dalam memilih direct box. Kebanyakan dari mereka, biasanya hanya tinggal meng-konek-kan instrumen mereka dan berasumsi bahwa suaranya akan keluar dari PA atau sistem rekaman dengan bagus. Apa yang mereka tidak sadari adalah di dalam direct box ini adalah transformer pasif atau juga active buffering amplifier yang menjadi mesin penggerak di direct box ini.

active vs passive DI BOX

 Inti dari direct box adalah, suatu alat untuk membuat instrumen seperti gitar bass, laptop, dll, menjadi dapat dikoneksikan dengan PA yang jaraknya jauh. Instrumen-instrumen seperti tersebut diatas menggunakan koneksi kabel high impedance (impedansi tinggi) dan unbalanced, dimana hanya terbatas menggunakan kabel paling maksimal 8 meter sebelum noise menjadi sangat terdengar. Sebagai contoh, gitar bass Fender Jazz Bass, load dari kabel sepanjang 100 meter akan dapat mempengaruhi tone suara dari instrumen tersebut. Maka dari itu, direct box digunakan untuk mem’balance’kan sinyal tersebut dari gangguan magnetik dan merendahkan impedansi sehingga dapat menggunakan kabel sepanjang 100 meter tanpa pengurangan sinyal.

Ada dua kategori dalam direct box: pasif dan aktif. Pertama akan kita bahas adalah DI Pasif.

Direct Box Pasif
Cara kerja direct box pasif adalah dengan menggunakan transformer yang di desain secara khusus sehingga depat bekerja membuat sinyal menjadi balance dan mengkonversi impedansi menjadi lebih rendah. Cara kerja DI pasif mirip seperti microphone dinamik, mereka dapat bekerja tanpa menggunakan power tambahan. Dan seperti microphone dinamik, sebuah DI box dengan kualitas yang tinggi seperti Radial JDI dapat di ‘genjot’ dengan gain tinggi dan tetap mengeluarkan suara yang bagus.

Radial JDI Stereo

Sebuah transformer dapat digambarkan seperti jembatan magnetik dengan input dan output dari masing-masing sisi berupa koil yang dililit kesebuah inti yang di bungkus laminasi tertentu (lihat gambar dibawah..). Transformer merek terkenal seperti Jensen, menggunakan laminasi dengan bahan nikel dan teknik lilitan yang khusus untuk mengurangi distorsi dan group delay. Tidak seperti sirkuit solid state yang dapat memberikan 100% distorsi ketika di ‘push’ melebihi limitnya (rail voltage), transformer biasanya secara bertahap memberikan saturasi alih-alih distorsi.


   
Dengan transformer kualitas tinggi, hal ini memberikan sedikit saturasi yang enak didengar atau seperti kompresi yang natural yang sering sekali kita sebut seperti ‘suara vintage’. Ada alasan kuat untuk hal ini, kebanyakan dari peralatan audio vintage menggunakan transformer untuk input dan outputnya. Transformer kualitas tinggi ini sangat susah untuk dibuat dan sangat mahal. Karena hal inilah kebanyakan dari manufaktur audio tidak lagi menggunakan transformer di desain mereka.

Jensen TRansformer

Karena kapasitas pengolahan sinyal yang besar (high gain) dan tone yang warm, DI pasif banyak digunakan untuk sumber suara yang dinamik seperti bass aktif dan piano digital. Instrumen-instrumen ini akan sering sekali overload ketika memakai DI aktif. Salah satu keunikan transformer adalah dapat meloloskan sinyal AC (Alternating Current) sewaktu mem-block sinyal DC (Direct Current). Salah satu tantangan di dunia audio adalah membuang sinyal hum 50 atau 60 yang sering disebut dengan ground loops. Ground loops dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti kondisi ground listrik yang tidak bagus, wiring yang jelek, dan juga sinyal DC liar dari alat-alat lain. Karena bentuk transformer seperti jembatan magnetik, input dan output didalamnya tidak benar-benar terkoneksi secara electrik – input dan outputnya terisolasi satu sama lain. Dengan direct box pasif, masalah-masalah dengan noise biasanya tidak ada lagi.


Karena di pasif tidak memakai power eksternal, untuk men-drive sinyal dilakukan di pickup instrumen atau amplifier bawaan instrumen. Walaupun DI pasif mempunyai impedansi input sekitar 140.000 Ohm, load dari transformer dan kabel dari pickup dapat mempengaruhi suara. Jadi disarankan ketika menggunakan direct box aktif untuk source yang pasif seperti bass elektrik pasif.

Untuk direct box aktif akan kita lanjutkan ke pembahasan selanjutnya.


Monday, September 26, 2016

Pilih Mana : Microphone Instrument atau Direct Injection Box?

Keperluan kita untuk mengolah sumber suara (dari panggung/stage) yang ada dalam suatu acara live show, merupakan suatu hal yang vital agar ‘keberhasilan’ (karakter suara yang baik) dapat diperoleh. Diantara kita (sering terjadi pada sound engineer pemula) sering kali tidak dapat memutuskan, sistem pengolahan bagaimakah yang akan digunakan : Miking atau Direct Box ??, dalam mengolah suara yang dihasilkan dari sebuah instrument musik.


Objective-nya hanya satu yaitu “Hasilkan suara di FOH seperti sumber suara aslinya” atau jika memungkinkan “Sound Engineer harus memperbaiki kekurangan/ kelemahan suara aslinya”.

Marilah kita lihat salah satu pertimbangan penting (sebagai acuan) dalam menggunakan ke dua sistem tersebut.


Kapan dan bilamana kita menggunakan ‘Microphone’ ?

  1. Jika anda, ingin memperoleh suara asli acoustical dari sebuah instrument
  2. Jika anda, membutuhkan ambience sound (kesan suara live/sekeliling ruang)
  3. Jika anda, membutuhkan respon attack/sentakan dari suara instrument
  4. Jika anda, ingin memperoleh detail dari ‘speed sound’ (sumber suara dari suatu permainan instrument dengan kecepatan tinggi)

Kapan dan bilamana kita menggunakan ‘Direct Injection Box’ ?

  1. Jika anda ingin memperoleh karakter low frekuensi yang bersih (clear dan tidak distorsi, noise/ada kebocoran suara)
  2. Jika sinyal sumber suara telah berbentuk sinyal arus listrik
  3. Jika sinyal anda masih berbentuk unbalance (+ dan – saja), sehingga harus diubah ke balance sistem (+, - dan Ground)
  4. Untuk mengurangi distorsi suara yang disebabkan oleh Loss cable/kerugian dari bahan kabel (baik itu pengurangan sinyal arus listrik maupun perubahan karakter suara yang disebabkan oleh kapasitansi, induktansi dan resistansi)


Salah satu syarat pemilihan system ini adalah harus ditunjang oleh monitor instrument yang memadai (Speaker & amplifier instrument/back sound)

Memungkinkan juga untuk menggabungkan ke-2 sistem di atas, jika Anda merasa perlu dan masih belum tercapainya karakter suara yang diharapkan. Spesifikasi microphone instrument dan direct injection box, hendaknya memiliki standar kualitas yang cukup baik. Jangan menggunakan vocal microphone untuk keperluan instrument anda.
Selamat mencoba dan bandingkan karakter suara yang dihasilkan dari masing-masing sistem tersebut.