Sabtu, 24 Juni 2017


Direksi beserta segenap Karyawan

PT. KAIROS MULTI JAYA

mengucapkan


SELAMAT IDUL FITRI

1 SYAWAL 1938 H


Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Selasa, 20 Juni 2017

Memilih Direct Box untuk Bass, Keyboad dan Gitar Akustik (bagian 1)

Hanya sedikit artis atau sound engineer yang benar-benar mempertimbangkan dalam memilih direct box. Kebanyakan dari mereka, biasanya hanya tinggal meng-konek-kan instrumen mereka dan berasumsi bahwa suaranya akan keluar dari PA atau sistem rekaman dengan bagus. Apa yang mereka tidak sadari adalah di dalam direct box ini adalah transformer pasif atau juga active buffering amplifier yang menjadi mesin penggerak di direct box ini.

active vs passive DI BOX

 Inti dari direct box adalah, suatu alat untuk membuat instrumen seperti gitar bass, laptop, dll, menjadi dapat dikoneksikan dengan PA yang jaraknya jauh. Instrumen-instrumen seperti tersebut diatas menggunakan koneksi kabel high impedance (impedansi tinggi) dan unbalanced, dimana hanya terbatas menggunakan kabel paling maksimal 8 meter sebelum noise menjadi sangat terdengar. Sebagai contoh, gitar bass Fender Jazz Bass, load dari kabel sepanjang 100 meter akan dapat mempengaruhi tone suara dari instrumen tersebut. Maka dari itu, direct box digunakan untuk mem’balance’kan sinyal tersebut dari gangguan magnetik dan merendahkan impedansi sehingga dapat menggunakan kabel sepanjang 100 meter tanpa pengurangan sinyal.

Ada dua kategori dalam direct box: pasif dan aktif. Pertama akan kita bahas adalah DI Pasif.

Direct Box Pasif
Cara kerja direct box pasif adalah dengan menggunakan transformer yang di desain secara khusus sehingga depat bekerja membuat sinyal menjadi balance dan mengkonversi impedansi menjadi lebih rendah. Cara kerja DI pasif mirip seperti microphone dinamik, mereka dapat bekerja tanpa menggunakan power tambahan. Dan seperti microphone dinamik, sebuah DI box dengan kualitas yang tinggi seperti Radial JDI dapat di ‘genjot’ dengan gain tinggi dan tetap mengeluarkan suara yang bagus.

Radial JDI Stereo

Sebuah transformer dapat digambarkan seperti jembatan magnetik dengan input dan output dari masing-masing sisi berupa koil yang dililit kesebuah inti yang di bungkus laminasi tertentu (lihat gambar dibawah..). Transformer merek terkenal seperti Jensen, menggunakan laminasi dengan bahan nikel dan teknik lilitan yang khusus untuk mengurangi distorsi dan group delay. Tidak seperti sirkuit solid state yang dapat memberikan 100% distorsi ketika di ‘push’ melebihi limitnya (rail voltage), transformer biasanya secara bertahap memberikan saturasi alih-alih distorsi.


   
Dengan transformer kualitas tinggi, hal ini memberikan sedikit saturasi yang enak didengar atau seperti kompresi yang natural yang sering sekali kita sebut seperti ‘suara vintage’. Ada alasan kuat untuk hal ini, kebanyakan dari peralatan audio vintage menggunakan transformer untuk input dan outputnya. Transformer kualitas tinggi ini sangat susah untuk dibuat dan sangat mahal. Karena hal inilah kebanyakan dari manufaktur audio tidak lagi menggunakan transformer di desain mereka.

Jensen TRansformer

Karena kapasitas pengolahan sinyal yang besar (high gain) dan tone yang warm, DI pasif banyak digunakan untuk sumber suara yang dinamik seperti bass aktif dan piano digital. Instrumen-instrumen ini akan sering sekali overload ketika memakai DI aktif. Salah satu keunikan transformer adalah dapat meloloskan sinyal AC (Alternating Current) sewaktu mem-block sinyal DC (Direct Current). Salah satu tantangan di dunia audio adalah membuang sinyal hum 50 atau 60 yang sering disebut dengan ground loops. Ground loops dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti kondisi ground listrik yang tidak bagus, wiring yang jelek, dan juga sinyal DC liar dari alat-alat lain. Karena bentuk transformer seperti jembatan magnetik, input dan output didalamnya tidak benar-benar terkoneksi secara electrik – input dan outputnya terisolasi satu sama lain. Dengan direct box pasif, masalah-masalah dengan noise biasanya tidak ada lagi.


Karena di pasif tidak memakai power eksternal, untuk men-drive sinyal dilakukan di pickup instrumen atau amplifier bawaan instrumen. Walaupun DI pasif mempunyai impedansi input sekitar 140.000 Ohm, load dari transformer dan kabel dari pickup dapat mempengaruhi suara. Jadi disarankan ketika menggunakan direct box aktif untuk source yang pasif seperti bass elektrik pasif.

Untuk direct box aktif akan kita lanjutkan ke pembahasan selanjutnya.


Rabu, 31 Mei 2017

ALLEN & HEATH dLIVE C Class

Setelah diluncurkan ke pasar industri beberapa waktu lalu, Allen & Heath dLIVE series dengan cepat mendapatkan reputasi dan ‘tempat’ terbaik di skena industri pro audio sebagai digital mixing console yang memiliki kualitas audio superior. Untuk melanjutkan tren tersebut, Allen & Heath meluncurkan seri terbaru dari keluarga dLive, yaitu dLive C Class yang terdiri dari C1500, C2500 dan C3500. Seri terbaru tersebut semakin melengkapi berbagai kebutuhan sistem audio, mulai dari live event maupun instalasi.
C3500
Secara konsep dan desain, dLIVE C Class masih tetap mempertahankan core dLive  S Series yang mempunyai misi untuk membuat mixing system yang user friendly, sehingga untuk kebutuhan mixing yang rumit pun dapat dilakukan dengan mudah. Jangankan bagi engineer senior, bagi engineer pemula pun dapat mengakses dLive dengan cepat dan mudah sehingga mereka bisa terfokus pada seni mixing itu sendiri tanpa berpikir ekstra untuk mengatasi kerumitan mengakses konsolnya.
C2500
“Tantangan dari C Class adalah menghadirkan pengalaman mixing digital yang paling mutakhir dan mudah bagi orang yang tidak ingin terbebani dengan perangkat yang masif dan ribet” komentar dari Nic Baretta, Head of Product Marketing dr Allen & Heath. Untuk perusahaan rental audio, C Class sangat tangguh dan fleksibel, mampu menghadapi berbagai macam acara mulai dari acara korporat, festival musik, tempat ibadah, teater, dan tempat lain yang membutuhkan peralatan yang canggih tetapi tempat mengoperasikannya terbatas.
C1500

dLive C Class dipersenjatai dengan Prosesor XCVI, core FPGA yang juga diterapkan pada seri pendahulu dLive yang memiliki kemampuan prosesing 96 kHz, berbagai FX dengan kualitas terbaik serta emulasi processing kelas terbaik langsung pada konsol dLive tanpa butuh peralatan tambahan.

Bersamaan dengan surface dLive C Class juga diluncurkan tiga seri mixrack terbaru yaitu CDM32, CDM48, CDM64. Sama seperti seri DM pada dLive S Class, mixrack C Class juga  didukung oleh Core XCVI yang mampu memproses suara sebanyak 128 input dengan kemampuan prosesing di setiap inputnya, 16 stereo effects, dan 64 mix output juga dengan kemampuan prosesing di setiap outputnya.



Didukung dengan berbagai networking card yang universal, seperti Dante, Waves, Madi, fibreACE dan lain sebagainya, C Class juga bisa di padu padankan dengan seri utama yaitu S class dan juga personal mixing system dari Allen & Heath; ME Series. C Class juga dilengkapi dengan dukungan ekosistem dLive dengan apps, director software dan berbagai macam aksesoris lainnya.


Surface C Class menggunakan dLive Harmony UI, yang menawarkan gesture touch control di layar sentuh kapasitif 12 inch. Juga dilengkapi rotary control yang bisa berubah warna LED-nya untuk mempermudah pengoperasian dan menyesuakan mood si engineer. Dengan design arsitektur dari dLive, proses mixing bisa dilakukan tanpa surface dengan cara menggabungkan MixRack-nya dengan laptop atau tablet sebagai surface control.



Selasa, 30 Mei 2017

Peavey Guitar & Bass Mini Head Amplifiers


Salah satu pabrikan musical instrument & innovator dalam dunia ampli gitar, Peavey, telah merilis rangkaian seri head ampli gitar dan bass dalam format micro / mini. Diantaranya ValveKing 20MH, Classic 20MH dan 6505MH dan 6505 Piranha™untuk departemen gitar serta MiniMega™ dan MiniMax™ pada divisi bass.

 
Keenam seri head ampli tersebut ada yang merupakan pengembangan dari generasi pertama di masing-masing seri. Sedangkan pada seri head ampli bass, MiniMax™adalah pengembangan dari ampli bass Max series sedangkan MiniMega™adalah varian terbaru. Perbedaan mencolok masing-masing head ampli tersebut terletak pada ukuran serta beberapa fitur tambahan lainnya.
 
Jangan pernah terkecoh dengan ukuran yang mini. Karena setiap ampli mini head yang dibesut Peavey tersebut dibekali dengan berbagai fitur yang tidak kalah powerful dengan generasi pendahulunya. Mari kita bedah satu, persatu.
 

ValveKing 20MH – Guitar Amplifier Head

Dari serangkaian head ampli varian terbaru dari Peavey, ValveKing 20 MH adalah gelombang pertama yang pertama kali hadir di Indonesia Indonesia. ValveKing 20MH pernah diulas pada halamn blog ini: http://kairosmultijaya.blogspot.co.id/2016/01/peavey-valveking-20-micro-head.html Silahkan buka kembali. 

Keampuhan micro head yang satu ini sudah dibuktikan oleh gitaris dari band-band yang tampil dalam beberapa festival musik dalam skala nasional maupun international baru-baru ini.
 

Classic 20MH – Guitar Amplifier Head

Sebagai salah satu ampli yang ‘dihormati’ dalam skena blues, country dan rock, ampli gitar Peavey Classic series mampu mengakomodasi kebutuhan para gitaris untuk mendapatkan tone dan sound  yang vintage sampai ke area kontemporer dengan mudah. Kini, Peavey Classic 20MH menghadirkan sound tersebut dengan format yang sangat portable. Akan tetapi jangan terkecoh dan under estimate terhadap bentuk fisiknya yang kecil. Sederhana dan Powerful adalah ungkapan yang tepat untuk mendiskripsikan head ampli yang berkarakter bluesy ini.
 
Peavey Classic 20MH dipersenjatai dengan  sepasang tabung power amp EL84 dan 3 unit tabung pre amp 12AX7/ECC83. Head amp ini memiliki 2 channel yang masing-masing berbagi gain structure, 3-band EQ, reverb dan fx loops yang sama dan semua fitur tersebut bisa diatur melalui footswitch. Selain itu, Classic 20MH juga dilengkapi dengan fitur TSI™ (Tube Status Indication). Fitur ini sangat memudahkan gitaris untuk memantau kondisi kesehatan tabung bahkan mengetahui apakah sudah saatnya melakukan pergantian tabung bahkan mengetahui tabung mana yang perlu diganti.
 
Pada panel belakang, terdapat beberapa fitur baru yang sangat memudahkan musisi menggunakan ampli ini untuk berbagai kebutuhan. Bahkan ampli ini bisa digunakan tanpa cabinet speaker. Terdapat 2 output yang memiliki fungsi berbeda-beda, yaitu MSDI™ (Microphone Simulated Direct Interface) dengan XLR output dan USB output. MSDI™ dengan XLR output mempermudah kita untuk langsung menghubungkan Classic 20MH ke mixing console. Untuk menggunakan fitur tersebut, ampli ini dilengkapi dengan tombol speaker defeat agar power dari tabung tidak overload karena tanpa menggunakan cabinet. Sedangkan USB out berfungsi untuk menghubungkan ampli langsung ke laptop / computer untuk rekaman.
 
Selain fitur diatas, seri micro head ini memiliki sebuah power attenuator switch untuk memilih alternative power sesuai dengan situasi, mulai dari 20 Watt, 5 Watt dan 1 Watt. Sangat mudah diaplikasikan dalam studio maupun panggung.
 

6505 MH– Mini Head Guitar Amplifier

Salah satu ampli Peavey yang melegenda di kalangan musisi yang bergenre cadas! 6505 MH memiliki DNA, style , kualitas sound serta penampilan yang sangat  mirip dengan kakak kandungnya, Peavey 6505 Head. Dengan dimensi yang lebih ringkas dan portable , 6505 MH dijejali 2 unit tabung power amp EL84 dan 3 unit 3 tabung preamp 12AX7 untuk menghasilkan sound yang garang.
 
Sama seperti seri mini head Peavey yang lain, 6505 MH juga dilengkapi dengan fitur-fitur yang memberikan kemudahan bagi gitaris. Pada panel depan mini head ini terdapat 2 channel yaitu Rhythm dan Lead yang keduanya berbagi 3-band EQ yang sama. Masing-masing channel memiliki gain structure yang terpisah, sehingga sangat memudahkan gitaris membedakan dan menggunakannya, saat bermain rhythm)atau saat solo (lead).  Sama seperti seri kakaknya, mini head ini juga dilengkapi dengan knob resonance dan presence. Dan fitur baru TSI™ juga disematkan dalam ampli ini untuk memudahkan para gitaris memonitor kesehatan dan kondisi tabung didalamnya.
 
Pada panel belakang, 6505 HM ditopang dengan tekhnologi terbaru MSDI™ Direct Out. Fitur ini memudahkan para gitaris untuk menggunakan head ampli ini tanpa harus menghubungkannya ke cabinet. Hal ini sangat ideal untuk dipakai pada saat rekaman yang tidak menginginkan suara berisik dan tidak memiliki ruangan untuk menodong dengan mic. Cukup menggunakan kabel XLR (direct out) dari head ke mixer. Selain itu, 6505 Mini Head juga dilengkapi dengan USB Record Out yang memudahkan gitaris saat rekaman dirumah.
 

6505 Piranha™ Micro Head

Peavey juga memperkenalkan seri terbaru dari varian 6505; 6505 Piranha™ Micro Head. Dari keseluruhan seri head ampli gitar yang dirilis Peavey, 6505 Piranha memiliki ukuran paling imut. Tapi jangan terkecoh dengan bentuk imut yang mirip Pokemon, yang saat ini lagi hits itu.
Meski berbentuk lebih kecil daripada seri mini head yang lain, 6505 Piranha™ Micro head terlahir sebagai ampli untuk para gitaris bergenre metal, mewarisi DNA 6505 yang lebih dulu melegenda. High-gain tone distortion yang megah berasal dari sebuah tabung 12AX7 sebagai pre amp dan solid state power amp 20-watt (RMS)! Selain itu, 6505 Piranha™ juga dilengkapi dengan 16 ohm speaker output, Aux input, send-return / fx loops dan berbodi metal yang kokoh!
 
Peavey 6505 Piranha™ Micro Head bisa diaplikasikan ke berbagai situasi. Mulai dari kamar tidur, studio rehearsal, studio rekaman maupun diatas panggung metal yang sarat distorsi!
 
Masing-masing seri mini head Peavey diatas dapat dihubungkan dengan cabinet Peavey apapun, baik cabinet 6505, ValveKing maupun seri enclosure terbaru dari peavey.
 

Peavey MiniMega™ - 1000 watt Bass Amplifier Head

Melengkapi seri mini head pada departemen gitar, Peavey juga merilis 2 bass amplifier head terbaru. MiniMega™ adalah salah satunya. Tone bass klasik khas Peavey dipastikan akan menyembur dari bass head yang memiliki power 1000 watt ini!
Dengan menggunakan teknologi yang tidak dimiliki oleh ampli lain, MiniMega™ mempresentasikan sebuah konsep performa baru sebuah bass amplifier yang kompak. Peavey memiliki teknologi KOSMOS® bass enhancement yang berfungsi untuk memberikan impact yang nendang dan psychoacoustic yang memberikan dorongan pada sector low-end tanpa ‘menyiksa’ speaker.
 
MiniMega™ juga memiliki beberapa fitur modern seperti built in compression, 4-band EQ dengan semi-parametric mid, effects loop dan gain control dengan tombol, built-in tuner, XLR & TRS Direct Out, Aux in, dan segala kebutuhan pemain bass professional jaman sekarang.
Secara look, MiniMega memiliki tampilan yang menarik, karena dilengkapi dengan tombol led yang bisa diubah sesuai kebutuhan. MiniMega™ dengan bentuknya yang kecil menjadi salah satu opsi terbaik untuk para bassis yang memiliki mobilitas tinggi. Apalagi bass head ini dilengkapi dengan softcase yang memudahkan untuk dibawa kemana-mana.

Peavey MiniMax™ - 500-watt Bass Amplifier Head

Melengkapi seri ampli bass berformat mini, Peavey juga merilis MiniMax™. Perbedaan mendasar dengan seri Mini Mega™ adalah, MiniMax™ memiliki power lebih kecil, ‘hanya’ 500-watt!

MiniMax™ dipersenjatai dengan beberapa fitur impresif yang dibutuhkan oleh para bassist, diantaranya DDT™ speaker protection dan psychoacoustic yang memberikan dorongan pada low-end, 3-band EQ dengan Punch, Mid-shift dan Bright control yang memberikan berbagai macam opsi tone yang diinginkan serta built-in chromatic tuner. Sebagai fitur tambahan, Peavey MiniMax™ juga dilengkapi dengan pre-gain control TransTube® gain boost yang memberikan nuansa sound crunch.

 
Baik MiniMega™ atau MiniMax™ dapat dipasangkan dengan cabinet Headliner™ atau enclosure PVH™ series untuk melengkapi professional bass system yang ringkas tetapi sangat powerful.
 
 


 

Senin, 29 Mei 2017

Peavey CS Series - Professional Power Amplifier

Power amplifier Peavey CS 4080 mewarisi teknologi dan reputasi CS 800 yang lebih dulu terkenal dan menguasai pasar industri pro audio sejak era 70'an. Dengan pengalaman dan inovasi berkelanjutan, termasuk penambahan fitur DDT compression / anti-clipping protection, power amplifier Peavey CS 4080 memiliki power yang lebih kuat, lebih keras serta bentuk fisik yang ramping Dan ringan.

Selain seri 4080, power amplifier Peavey CS Series memiliki beberapa type yang sesuai dengan berbagai kebutuhan, diantaranya; CS 1400, CS 2000, CS 3000, CS 4000 dan CS 4080. 
Perbedaan spek masing-masing type sebagai berikut:
CS 1400
• 700 watts (rms) per channel at 2 ohms
• 500 watts (rms) per channel at 4 ohms
• 330 watts per channel at 8 ohms
• 1400 watts at 4 ohms bridged
CS 2000
• 1075 watts (rms) per channel at 2 ohms
• 760 watts (rms) per channel at 4 ohms
• 495 watts per channel at 8 ohms
• 2150 watts per channel at 4 ohms bridged
CS 3000
• 1550 watts (rms) per channel at 2 ohms
• 1065 watts (rms) per channel at 4 ohms
• 650 watts per channel at 8 ohms
• 3100 watts at 4 ohms bridged
CS 4000
• 2000 watts (rms) per channel at 2 ohms
• 1350 watts (rms) per channel at 4 ohms
• 800 watts per channel at 8 ohms
• 4000 watts at 4 ohms bridged
CS 4080
• 2040 watts (rms) per channel at 4 ohms
• 1250 watts per channel at 8 ohms
• 4080 watts at 8 ohms bridged

Persamaan dari keempatnya adalah fitur DDT compression / anti-clipping protection yang melindungi speaker dari beberapa hal yang berpotensi menyebabkan kerusakan.

Kamis, 18 Mei 2017

Mackie XR Series - Professional Studio Monitors

Pada saat mixing, mendengar setiap detail adalah hal yang sangat penting. Speaker monitor Mackie XR Series mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut dengan memberikan detail yang jelas dan sensitivitas tinggi yang mungkin belum anda temui pada proses mixing yang Anda lakukan sebelumnya. Dengan memanfaatkan pengalaman pengembangan desain teknologi vast acoustic Mackie, studio monitor XR Series mampu menerjemahkan mix Anda secara akurat dan natural tanpa menimbulkan kelelahan telinga yang biasa timbul dalam sebuah sesi mixing yang panjang dan biasa terjadi pada kebanyakan monitor lainnya. Mackie XR menjanjikan clarity, akurasi dan performa maksimal.

Dengan riset dan pengembangan yang memakan waktu tidak sebentar, mendengarkan dan melakukan berbagai perbaikan, XR Series mampu menghasilkan performa yang akurat, respon yang flat untuk kebutuhan studio modern. Berbagai fitur dimiliki XR series, diantaranya:

Logarithmic Waveguide
Logarithmic waveguide yang dimiliki XR menyelaraskan pola dispersi high-frequency ke woofer melalui mid-range secara mulus. Hal tersebut juga berpengaruh pada kerja tweeter lebih efisien, yang mana area yang aktif adalah area yang sejajar dengan woofer, memberikan acoustic alignment untuk keseimbangan yang sempurna antara artikulasi frekuensi tinggi dan clarity di sektor mid-range.



ELP™ Bass Reflex System
XR series didesain untuk untuk kebutuhan para profesional. Dengan penambahan fitur teknologi ELP™ Bass Reflex System yang memberikan output dan respon frekuensi low yang lebih terasa, memungkinkan Anda untuk mendengarkan low end yang lebih ‘dalam’ pada setiap mix meskipun pada volume tinggi tanpa menyebabkan suara bising yang mengganggu.



Room Optimization
XR Monitors dengan mudah menyesuaikan kebutuhan mixing yang memastikan respon frekuensi yang flat dengan 3 filter penyesuaian.
  1. Acoustic Space, mengubah respon keseluruhan untuk menyesuaikan konfigurasi pada umumnya.
  2. HF Filter, membantu monitor untuk menyesuaikan dengan bentuk ruangan
  3. LF Filter, menggulung area low end untuk simulasi desktop speaker yang lebih kecil.



Kevlar Woofer
XR Series juga dilengkapi dengan woofer dari bahan kevlar yang extra kokoh, distorsi rendah serta membantu mempertahankan bentuknya meskipun dipacu maksimal. Hal tersebut memberikan keuntungan recovery yang cepat, akurasi tinggi dan low-end yang detil.



Mackie XR Series tersedia dalam 2 model, yaitu XR624 (6,5”) dan XR824 (8”). Berikut perbedaan spesifikasi antara keduanya:






Mackie MRmk3 Series - Powered Studio Monitors

Filosofi di balik desain Mackie MRmk3 Series adalah terfokus pada ide bahwa musik adalah segalanya. Dengan teknologi music-centring voicing, memberikan detail di semua lini spektrum frekuensi dan karakter yang natural.



Proses desain Mackie MRmk3 series tidak dimulai di atas kertas, melainkan dari musik. didesain secara khusus untuk kebutuhan musik mulai dari proses awal sampai tahap akhir. Berbagai pembenahan dan penambahan fitur dilakukan untuk meningkatkan performa, diantaranya optimalisasi sektor elektronik, amplifier dan driver untuk meningkatkan clarity dan balance, penyempurnaan kabinet yang terbuat dari kayu berkualitas untuk mendapatkan akustik yang ideal serta pembenahan sektor waveguide system untuk sweet spot yang lebar dan kustomisasi port belakang untuk respon bass yang lebih smooth. Perpaduan full-tange yang lebar dengan sub yang powerful menjadikan Mackie MRmk3 adalah opsi tepat untuk berbagai kebutuhan studio Anda, baik untuk mixing, monitoring maupun aplikasi untuk multimedia.

Line Up
Mackie MRmk3 Powered Studio Monitors terdiri dari MR5mk3, MR6mk3 dan MR8mk3. Untuk komparasi, silahkan perhatikan tabel dibawah:




Selasa, 25 April 2017

EAW RADIUS : Menjawab Tantangan Audio Masa Depan


Pabrikan speaker EAW memperkenalkan keluarga barunya dengan nama RADIUS. Varian baru ini dilengkapi dengan speaker point source dan line array serta subwoofer, baik untuk aplikasi portable, live maupun fixed installation. RADIUS tetap mengedepankan ciri khas sound dari EAW yanfg dilengkapi dengan beberapa fitur teknologi seperti EAW Focusing dan DynO, serta teknologi baru OptiLogic. RADIUS juga mengadopsi teknologi DANTE untuk sistem integrasi dan monitoring seluruh sistemnya.

Secara keseluruhan, system RADIUS terdiri dari point source RSX86 & RSX89 8-inch dan RSX126 & RSX129 12-inch (2-way), line array RSX208L (2x8-inch woofer + 2x1.4-inch voice coil compression driver) serta subwoofer RSX12 (single 12-inch dan RSX18 single 18-inch). Satu varian lagi yang akan hadir yaitu co-axial stage monitor 12-inch.


RADIUS juga memperkenalkan terobosan baru dengan memperkenalkan EAW Mosaic, aplikasi untuk iPad yang berfungsi sebagai kontrol, monitoring serta setup seluruh sistem RADIUS. Aplikasi ini lengkap dengan sistem prediksi spl, desain venue dan juga konfigurasi speaker.

OptiLogic dan EAW Mosaic

Fitur pintar dari OptiLogic ini akan sangat membantu dari segi waktu untuk setup dan system tuning. Dengan mengoptimalkan kalkulasi untuk prediksi ruangan dan desain venue, system tuner tidak akan lagi dipusingkan dengan berbagai persiapan untuk setup system. Semua perhitungan dapat langsung dilakukan di venue, bahkan pada saat system tuner belum sampai di venue secara instan melalui aplikasi EAW Mosaic. Dengan catalan, system tuner memiliki detail ukuran dan desain ruangan.

 

Aplikasi ini di desain dengan tampilan dan penggunaan yang mudah. Bahkan untuk system tuner yang baru belajar akan dapat mudah memahami setup dan juga monitoring system ini. Mulai dari desain venue, user dapat memasukan ukuran panggung/stage, target area penonton, outdoor maupun indoor. Selanjutnya untuk setup speaker pun cukup dengan hanya men-drag speaker yang diinginkan. Aplikasinya pun bermacam-macam, user dapat men-drag speaker secara cluster, maupun individual, L/R maupun center, bahkan untuk speaker wedges sekalipun. Prediksi dan teknologi EAW Focusing akan memastikan system anda akan menghasilkan suara yang optimal dan flat di target area penonton yang diinginkan.

 

Teknologi OptiLogic sangat memudahkan untuk mengetahui posisi dan kemiringan sudut didalam cluster array ketika digantung. Hal ini dapat dilakukan karena EAW RADIUS juga dilengkapi dengan sensor infra merah dan juga gyro untuk mengetahui sudut kemiringan speaker tersebut. Setiap speaker juga dilengkapi dengan lampu led, sehingga user dapat mengetahui speaker mana yang sedang di setup, serta preset suara untuk memudahkan user memilih starting point karakter suara yang pas untuk show yang akan dikerjakan. Tak lupa juga, user dapat melakukan manual tuning langsung dari aplikasi ini, karena semua DSP system seperti EQ, Dynamic, dan delay dapat diatur per speaker maupun cluster group.

Untuk mengetahui lebih lanjut kemampuan dan kualitas audio EAW Radius, kami undang Anda menghadiri indoor live demo EAW RADIUS, besok tanggal 27 April 2017 di Orchid Room - The Palms Ballroom, Mall Taman Palem lantai 5, Jl. Kamal Outer Ring Road Jakarta Barat. info lebih lanjutt, hubungi Kairos Multi Jaya 021-65833535.
PIC : Fendy 08979406997 | Samanto 0816 882 756