Tuesday, August 16, 2022

Studio Monitor vs Studio Headphone untuk Mixing

Saat membaca ini, kemungkinan kita sudah memiliki sepasang monitor studio yang solid, tetapi mash bertanya-tanya apakah penggunaan headphone akan lebih baik, atau sebaliknya? Atau mungkin kita pernah melihat video clickbait di YouTube yang memberi tahu bahwa semua masalah mixing dan mastering kita akan segera hilang jika kita memakai sepasang headphone studio tertentu?

Dari kedua pernyataan diatas, apabila tidak ada penjelasan yang baik dan menyeluruh, anggap saja pernyataan yang asal.

Jadi sebelum kita membahas lebih dalam ke Studio Monitors vs. Studio Headphones, mari kita selaraskan  beberapa hal penting ini terlebih dahulu;

1) Baik monitor studio maupun headphone menawarkan kelebihan dan kekurangan yang berbeda.

2) Tidak ada nilai buruk atas sebuah hasil mixing hanya karena tidak memiliki / menggunakan sepasang headphone atau studio monitor yang ‘benar’.

Jika kita sudah sepakat atas kedua hal tersebut, mari kita lanjutkan pembahasan ini.

 

Untuk apa sih Studio Monitor dibuat?

Misalkan ada pertanyaan seperti ini, “Saya sudah punya sepasang speaker bagus yang saya gunakan untuk TV, apakah itu juga dapat digunakan untuk mixing?”

Untuk sementara, jangan.

Musisi, produser dan audio engineer cenderung memiliki kesamaan dalam proses pembuatan musik (termasuk mixing), dimana hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan kalangan yang mengonsumsinya. Maka jenis perangkat reproduksi suara yang mereka gunakan pun juga berbeda.

Sebagian besar home audio system dirancang untuk memberikan pengalaman terbaik dalam menikmati musik kepada pendengar. Untuk mendapatkan objektif itu, mereka biasanya akan meningkatkan sektor low atau high end untuk menghasilkan suara yang “lebih penuh” dan membuat segalanya terdengar lebih jelas dan keras.

Monitor studio tidak dirancang untuk bersenang-senang dan memanjakan telinga seperti itu. Faktanya, mereka dirancang untuk membuat orang yang awam tentang audio production mempertanyakan dan membandingkan semua yang mereka ketahui dan apa yang tidak mereka ketahui – hingga pada level ekstrim – yang mempertanyakan apa sih yang mereka cari dengan speaker bersuara datar begitu?

Kalau ditarik benang merah, ini adalah persoalan cara dan dari sisi mana memandangnya. Perbedaan yang paling mendasar adalah studio monitor dibuat untuk menghadirkan / representasi audio yang akurat! Oleh karena itu, musisi dapat mendengar trek yang mereka rekam sesuai dengan suara sumber aslinya untuk acuan dalam membuat keputusan yang tepat saat proses mixing maupun mastering.

Hingga kadang muncul perasaan yang menyenangkan pada saat kita memutar file project baru yang baru saja kita rekam secara berulang-ulang hingga tanpa kita sadari membuat tetangga mulai terganggu, terutama saat kita memutar salah satu bagian trek snare drum yang diputar ribuan kali.

Untuk sementara, berikut hal-hal yang dapat disimpulkan:

Studio monitor memiliki respon frekuensi yang lebih datar

  1. Studio monitor memberikan presentasi suara yang lebih akurat atas musik yang mereka rekam
  2. Kita akan menjumpai “separasi” dalam suara yang kita dengar, di mana hal ini sangat dibutuhkan seoranng engineer pada saat proses mixing dan mastering.

 

Studio Headphones

Terdapat 2 jenis studio headphone yang umum digunakan, yaitu open back dan closed back. Headphone closed back, sesuai dengan namanya memiliki penutup di seluruh bagian belakang driver yang berfungsi sebagai isolator yang mengeliminasi suara dari luar dan membuat suara track / musik lebih ‘intim’ – terfokus serta meningkatkan persepsi bass.

Sedangkan headphone berjenis open back adalah kebalikan dari closed back. Fitur desain headphone ini memungkinkan pendengaran yang lebih baik untuk proses mixing karena kita dapat mendengarkan musik secara lebih alami. Akan tetapi, karena headphone open back yang tidak bertutup, orang lain kemungkinan juga akan mendengar apa yang sedang kita kerjakan.

Jadi, untuk mixing harus pilih yang mana – antara studio monitor dengan studio headphones?

Jawababnnya mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi semua orang, karena  jawaban dari pertanyaan ini adalah tergantung. Jika dana kamu cukup, mempunyai keduanya adalah skenario yang ideal, karena masing-masing menawarkan keunggulan yang tidak dimiliki yang lainnya.

 

Berikut adalah keunggulan masing-masing

Keunggulan menggunakan Studio Monitors untuk mixing

  • > Respon frekuensi yang flat (datar, rata di semua spektrum frekuensi)
  • > Mengeliminasi kelelahan telinga dan kebutaan suara yang terlalu cepat karena posisi sumber suara dengan telinga relatif jauh
  • > Memungkinkan untuk mendengar suara dengan cara yang lebih natural, seperti pendengar yang tida menggunakan headphone.

Keunggulan menggunakan Headphone Studio untuk mixing

  • > Lebih mudah untuk mendengarkan setiap detail kecil saat mixing meskipun pada volume rendah
  • > Sangat bagus digunakan pada saat membutuhkan suasana yang hening, misalnya mixing di tengah malam atau saat kita berada di gedung apartemen
  • > Open-back headphone menawarkan pengalaman yang mendekati studio monitor
  • > Memudahkan untuk mengidentifikasi / memahami gejala phasing dan penempatan trek individual pada seluruh spektrum stereo secara umum

 

Pada akhirnya, faktor yang membuat hasil mixing semakin lebih baik adalah diri kita sendiri. Tidak ada perangkat di planet ini yang dapat mengalahkan ‘telinga yang terlatih‘ dari seorang mixing engineer berpengalaman dalam meramu musik dengan ketrampilan dan pengalaman mereka dalam olah ekualisasi.

Namun demikian, atas nama objektivitas, studio monitor adalah pilihan terbaik untuk mixing karena memiliki respon frekuensi yang lebih datar dan meminimalisir kelelahan pendengaran, terutama pada saat sesi mixing yang panjang. Dan meskipun kita tidak dapat meniru suara ruangan klab atau venue yang lebih besar ke ruang studio kita secara persis, mendengar bagaimana track yang kita mixing (terutama pada sektor low end) berinteraksi baik dengan ruangan adalah hal penting dalam membuat keputusan penting saat sesi mixing.

Bagi sebagian orang, menggunakan headphone pada saat proses produksi membuat mereka “merasa lebih dekat” dan bisa mendengar detail musik yang mereka buat dengan sangat baik, lalu kemudian beralih ke studio monitor untuk proses mixing.

Jadi bagaimana manurutmu?

Thursday, August 11, 2022

Bagaimana Menghasilkan Uang Sebagai Produser Musik di 2022?



Menjadi producer musik yang sukses tidak beda dengan menjadi seorang pengusaha. Seseorang tidak hanya membutuhkan keahlian di bidangnya yang merupakan investasi terbesar, yaitu waktu untuk berproses (dan tentu saja uang) dan perlengkapan untuk produksi, akan tetapi ada hal kain yang tidak kalah penting, diantaranya memiliki eksistensi yang kredibel di media serta relasi yang kuat di tengah-tengah skena yang semakin berkembang dan kompetitif. Meskipun berbagai hambatan untuk menjadi seorang produser musik di era yang modern ini hampir tidak ada dan standar untuk menjadi produser musik profesional begitu tinggi, bukan berarti tidak ada harapan bagi para produser musik pemula.

Pada kenyataannya, dengan hilangnya batasan-batasan ini juga menjadi peluang baru (dan nyaris tanpa biaya) yang memungkinkan produser musik untuk mendiversifikasikan sumber pendapatan mereka dan semakin memperkuat kontrol atas brand mereka.

Jadi tanpa perlu basa-basi lebih lama lagi, mari kita simak 8 Cara Menghasilkan Uang Sebagai Produser Musik.

1. Produser Musik untuk Artis

Sebelum pembahasan lebih lanjut, mari kita pahami hal penting berikut.

Sukses di bidang ini tidak terjadi dalam satu malam. Memang sih ada beberapa produser yang beruntung seperti orang yang menjual lagu Panda by Desiigner dan nongol di album Kanye West. Akan tetapi sebagian besar membutuhkan banyak waktu dan kesabaran untuk membangun jaringan pelanggan. Berikut beberapa solusi untuk latihan yang dapat dimulai hari ini dan akan menjadi perubahan besar di masa mendatang.

a. Kuasai Music Production
b. Membangun sebuah Home Studio
c. Menawarkan Jasa / Layanan Gratis sebagai bentuk promosi

2. Membuat PATREON

Bagi orang yang menghabiskan waktunya untuk membuat konten di kamar atau studio mereka, ada platform Patreon yang memungkinkan penggemar untuk mendukung kreator favorit mereka melalui langganan keanggotaan. Sebagai imbal baliknya, para penggemar akan menerima konten ekslusif, misalnya behind the scene. Untuk produser musik di Patreon, hal ini dapat berupa sample tracks, tutorial ekslusif, konten video, production templates dan lainnya.

Beberapa produser musik membebankan biaya mulai dari yang terkecil $1 per bulan dan yang lainnya dengan biaya paling besar $20 per bulan untuk keanggotaan tingkat dasar yang dapat ditambahkan tergantung seberapa banyak pelanggan / subscriber.

Cara terbaik yang dapat memasarkan Patreon ke pengikut kamu adalah fokus pada pembuatan konten berkualitas secara gratis , misalnya kanal YouTube) jadi kamu bisa membuat mereka untuk minta lebih. Sekali kamu membuat konten yang bagus secara berkesinambungan, maka pertumbuman pelanggan Patreon akan mengikuti.

3. Menawarkan Layanan Mixing dan Mastering
Meskipun kita hidup di era dimana kita dapat me-mastering lagu dengan AI, tidak akan mendekati hasil mastering yang dilakukan dengan telinga yang terlatih. Sesuai dengan definisi musik produser saat ini, tidak jarang sebuah track digubah, diproduksi, dimixing dan mastering oleh satu orang yang sama. Kamu dapat menjual mixing dan mastering secure terpisah, atau sebagai layanan tambahan atas lagu yang kamu produksi untuk klien. Apakah kamu mau membebankan biaya tambahan itu tergantung kamu sebagai produser, tapi ini adalah langkah yang dibutuhkan pada setiap lagu yang kamu bikin agar selalu diminati pelanggan.

4. Membuat YouTube Channel
YouTube masih belum tergeser oleh platform lain sebagai platform penyedia konten video berdurasi panjang. Saat semua media social berfokus pada konten video berdurasi pendek, YouTube Channel memungkinkan kamu untuk memamerkan ketramplin dalam produksi musik dengan segala kemegahannya. Berikut beberapa ide konten berpotensi meledak yang dapat kamu mulai.

a. Tutorial Music Production
b. Ulasan Peralatan Music
c. Proses Pembuatan Musik
d. Vlog Studio
e. Menyewa pemain gitar di Fiverr seharga $5 dan mengubahnya menjadi trek

Pelanggan YouTube terbukti lebih berharga daripada pengikut di platform lain. Ini adalah audiens kamu yang benar-benar menikmati apa yang kamu buat dan ingin melihat lebih dari klip 15 detik yang menjadi viral di TikTok.

Jadi, bagaimana sebenarnya menghasilkan uang dari YouTube? Sederhana — monetisasi.

Monetisasi dapat berarti memonetisasi video, tetapi seiring pertumbuhan channel YouTube kamu, merek lain mungkin tertarik membayar untuk sponsor atau iklan paruh-putar. Saluran YouTube juga merupakan media yang bagus untuk mempromosikan Patreon kamu untuk lebih banyak konten “di balik layar” kepada pemirsa yang paling aktif.

5. Jual Lagu dan Musik Instrumental

Terlepas dari apa yang mungkin kamu dengar, menjual musik secara online masih merupakan bisnis yang menguntungkan bagi banyak produser musik pada tahun 2022 ini. Faktanya, pendapatan $20-$30 juta dolar dihasilkan setiap tahun untuk pengguna di seluruh platform penjualan musik yang populer termasuk diantaranya:

  • > Beatstars — Salah satu platform paling populer untuk menjual dan membeli beat.
  • > Airbit — Platform komunitas jual-beli beat untuk konten
  • > Sellfy — platform eCommerce untuk pembuat konten. Meskipun bukan platform khusus untuk menjual beat, banyak pembuat yang menggunakannya untuk menjual beat & instrumental kepada artis dan pembuat video.

Produser yang bekerja dalam jumlah kecil dapat memperoleh sekitar $100 per bulan dari penjualan, akan tetapi bagi orang lain yang memfokuskan strategi mereka pada platform ini dapat memperoleh hingga $1000, beberapa bahkan menghasilkan gaji enam digit setiap tahun hanya dengan penjualan biasa. Dan ini hanya dari satu aliran pendapatan.

Meskipun demikian tidak berarti bahwa setiap orang yang membuat akun Beatstars akan mengendarai Tesla dalam setahun. Tapi seperti banyak aspek lain dalam menghasilkan uang sebagai produser musik, mereka yang menyusun strategi untuk menyampaikan konten yang baik dan konsisten yang akan mendapatkan penghasilan lebih besar.

6. “Sinkronisasikan” Musik Kamu

Pernahkah kamu bertanya bagaimana musik  temanmu bisa nongol di acara TV atau film?

Ini adalah luas dan besar nya potensi untuk lisensi sinkronisasi musik. Dengan kata lain, pemberian lisensi diberikan oleh pemilik hak cipta untuk komposisi tertentu untuk digunakan, atau “disinkronkan” dengan media visual, data menghasilkan pundi-pundi dollar yang bisa didapatkan oleh serang produser musik.

Beginilah cara serial Netflix favoritmu menggunakan musik yang kamu dengar di radio — atau dari artis yang kurang dikenal dan pemilik hak cipta diberi kompensasi karena memberi mereka lisensi terbatas ini untuk menggunakan musik mereka di film, acara TV , dan banyak lagi. Dan setiap sinkronisasi berpotensi memberi beberapa ratus hingga ribuan dolar per penggunaan.

Penting juga untuk diperhatikan bahwa saat kamu merilis musik di bawah label, penghasilan dari lisensi sinkronisasi biasanya akan dibagi antara artis (Anda) dan label. Persentase yang kamu peroleh dalam hal ini biasanya ditentukan dan disepakati saat lagu atau album diwakilkan ke label. Sebagai contoh, jika kamu menghasilkan lagu untuk artis dan penulis ketiga terlibat dengan pembagian yang sama, kamu masing-masing akan mendapatkan 33,3% dari potongan (tidak termasuk label, jika rekaman dirilis secara non-independen).

7. Buat Paket Sampel dan Preset

Platform seperti Splice atau Cymatics menawarkan sampel, loop, vokal dan lainnya yang bebas royalti untuk digunakan produser dalam kreasi mereka sendiri. Faktanya, banyak dari platform ini memungkinkan untuk mengirimkan sampel yang kamu buat sendiri untuk dijual melalui situs web mereka.

Opsi alternatif adalah menjual paket sampel kamu sendiri dan preset synth VST secara mandiri melalui toko Shopify, atau platform eCommerce lainnya.

Dan pastikan untuk memanfaatkan situs media sosial seperti TikTok dan Instagram untuk memasarkan sampel yang kamu bikin. Berikut adalah beberapa ide yang dapat kamu coba untuk menyebarkan berita:

  • > Buat sebuah lagu menggunakan sampel dan preset-mu sendiri untuk menampilkan / memamerkan hasil preset yang kamu bikin.
  • > Tawarkan beberapa sample gratis dengan imbalan alamat email seseorang. Dengan begitu, kamu dapat memasarkan ulang versi lengkap dan berbayar kepada mereka setelah mereka menyukai karya kamu.

8. Dapatkan Royalti dari Musik yang kamu bikin

Bagian terbaik tentang menghasilkan royalti adalah sisanya saja. Artinya kamu akan mendapatkan uang dalam tidur setelah proyek pembuatan musik selesai. Misalnya, diperkirakan Mariah Carey menghasilkan sekitar $600k – $1M setiap Natal karena royalti dari lagunya yang terkenal “All I want for Christmas is you.”

Lebih realistis lagi, royalti tidak selalu menjadi sumber pendapatan yang besar bagi sejumlah besar artis melainkan (dan tergantung pada pemisahan dengan label, artis lain, dll) hanya aliran pendapatan tambahan untuk produser modern masa kini.

Sebagai penutup dan tip paling penting untuk diingat dalam hal menghasilkan uang sebagai produser musik adalah …

Diversifikasi Sumber Penghasilan

Diversifikasi adalah istilah yang sering dikaitkan dengan dunia investasi. Hal ini adalah tindakan melebarkan atau memvariasikan investasi ke berbagai lini yang merupakan kebalikan dari “menempatkan semua telur dalam satu keranjang”.

Hal yang sama dapat dikatakan ketika menghasilkan uang sebagai produser musik. Semakin banyak sumber pendapatan yang dapat kamu kelola, maka semakin besar pula pendapatanmu.

Jangan hanya fokus menjual beat, juga menjual sampel dan membuat konten media sosial saja, tapi jika memungkinkan rilislah musik / lagu kamu sendiri. Semakin banyak jalan yang kamu miliki untuk berkarya sebagai produser musik, semakin besar peluangmu untuk membangun rekening bank yang solid.

Bagi yang berpengalaman, tentu sudah memahami apa saja perlengkapan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang producer. Nah, bagi para pemula yang masih awam pengetahuan tentang perlengkapan music production bisa menggunakan Mackie Producer Bundle atau Mackie Studio Bundle 

Semoga artikel ini bermanfaat.

Wednesday, August 10, 2022

In Harmony with Life



Temukan harmoni kehidupan dalam piano digital terbaru CASIO... Sesuatu yang baru yang akan merubah wajah Privia. Jangan sampai ketinggalan!


Kunjungi https://www.casio.com/intl/electronic-musical-instruments/privia/harmony/ untuk info selengkapnya.


#piano #digitalpiano #CASIO #CasioMusic #privia

Tuesday, August 9, 2022

SALE SUPER DAMAI Jilid 3 Extension

Karena masih tingginya animo dan permintaan untuk perpanjangan waktu, maka Sale Super Damai iilid 3 yang sedianya berakhir hari Sabtu 6 Agustus diperpanjang sampai dengan 20 Agustus 2022 dan masih di lokasi yang sama, yaitu di MGK Kemayoran!




Selain itu bagi Sobat Kairos yang berada di luar Jabodetabek dan tidak bisa datang langsung ke lokasi SSD, juga bisa melalui Tokopedia. Link di sini.

Tentu perpanjangan ini tidak hanya sekedar perpanjangan waktu, tetapi juga penambahan list / item produk yang makin bervariasi.

Jadi manfaatkan Sale Super Damai – Super Diskon up to 90% ini sekarang juga. Inget, kesempatan kedua hanya datang sekali 😉

#SaleSuperDamai #KairosMultiJaya

Thursday, July 28, 2022

Focusrite Vocaster Two - Perangkat Sempurna Untuk Podcasting

Mark Sparrow, seorang kontributor Senior dan Jurnalis teknologi yang berspesialisasi dalam audio, komputasi dan fotografi baru-baru ini mengulas produk terbaru dari Focusrite untuk para konten kreator, yaitu Vocaster. Bagaimana hasil ulasannya? Mari simak artikel ini sampai selesai.



"Beberapa waktu lalu, saya me-review RØDECaster Pro II untuk podcaster dan live streamer. Ini adalah perangkat yang luar biasa, tetapi tidak murah untuk dibeli dan mungkin memiliki fungsi yang jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan banyak orang - jika yang ingin mereka lakukan hanyalah merekam podcast dengan tamu studio, kontributor jarak jauh, atau telepon masuk. Jadi, apa solusi terbaik jika Anda hanya ingin merekam podcast saja?"


Vocaster Two baru dari Focusrite adalah perangkat kecil yang brilian dengan dua input XLR serta phantom power 48V untuk men-supply mikrofon kondensor. Perangkat ini juga memiliki port USB-C untuk menghubungkan ke komputer sehingga dapat digunakan untuk panggilan Zoom atau hanya untuk merekam podcast ke DAW, seperti Audacity atau Garageband.


Selain itu, Vocaster Two juga memiliki input analog untuk menghubungkan smartphone dengan jack atau melakukan hal yang sama secara nirkabel menggunakan Bluetooth. Dua channel Loopback memudahkan untuk memasukkan segmen yang telah direkam sebelumnya seperti intro, outro, wawancara, jingle, dan musik latar dari komputer host ke podcast Anda.








Pada bagian output, Vocaster Two memiliki jack headphone untuk kedua channel mikrofon dan sepasang jack TRS untuk menghubungkan perangkat ke sepasang monitor studio aktif. Ada juga output stereo 3.5mm yang menyatukan seluruh output audio sehingga Vocaster Two dapat dicolokkan ke kamera video jika Anda ingin merekam podcast dalam bentuk video. Perancang dari perangkat yang praktis ini sepertinya telah memikirkan segala skenario dengan baik.


Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari Focusrite Vocaster Two ini, sebaiknya unduh software Vocaster Hub yang tersedia untuk Windows dan macOS. Perangkat lunak ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol semua level input serta volume replay dari channel loopback yang membawa audio dari komputer host, smartphone atau input Bluetooth. Semuanya sangat intuitif dan penguatan mikrofon juga dapat dikontrol oleh Vocaster Hub.




Mic Preamp pada Vocaster Two sangat bagus dan memiliki gain dan headroom yang besar untuk menggerakkan RØDE PodMic yang saya gunakan untuk ulasan ini. Pada bagian panel depan, perangkat ini memiliki tiga tombol kontrol untuk masing-masing dari dua channel input mikrofon. Berarti total enam tombol. Salah satunya adalah untuk mematikan mikrofon, yang kedua adalah tombol “ajaib” yang dapat mengatur gain mikrofon secara otomatis,  sedangkan tombol terakhir digunakan untuk memilih mikrofon mana yang ingin Anda sesuaikan menggunakan kenop gain utama.


Setiap channel mikrofon juga memiliki kontrol volume sendiri untuk menyesuaikan output headphone sehingga host dan tamu dapat mengatur level yang sesuai dengan headphone mereka. Itu tentang total kontrol yang ditawarkan di Vocaster Two. Lalu ada lampu indikator di panel depan untuk menunjukkan saat komputer host terhubung. Di bagian samping terdapat LED status koneksi Bluetooth dan satu lagi yang menunjukkan kapan phantom power 48v dihidupkan.


Itu saja yang ada di Vocaster Two. Ini adalah audio interface kecil yang sangat ringkas, sederhana dan kokoh yang ditenagai power bus dari komputer host. Pengaturannya sangat sederhana setelah Anda menghabiskan beberapa menit untuk bermain-main dengannya dan mengenal software Vocaster Hub. Kualitas suaranya sungguh mengesankan dengan tingkat kebisingan yang sangat rendah pada preamp mikrofon dan banyak keuntungan untuk menggerakkan mikrofon RØDE PodMic atau Shure SM7B yang terkenal rewel.


Vocaster Two dikemas dengan garansi tiga tahun dan bagi siapa saja yang belum memiliki mikrofon, Focusrite juga menjual Vocaster Two Studio Bundle yang mencakup interface Vocaster Two, dynamic microphone Vocaster DM14v premium dari Focusrite, dan close-back headphone studio HP60v. Dynamic microphone Vocaster DM14v dilengkapi dengan built-in windshield dan shock-mount untuk hasil audio berstandar profesional. Juga disertakan bundle perangkat lunak Vocaster yang berisi rangkaian aplikasi lengkap senilai lebih dari $600 dari Acast, Hindenburg, dan Squadcast sehingga pengguna Vocaster dapat segera memulai merekam, mengedit dan berbagi podcast.






Kesimpulan:


Saya sangat menyukai RØDECaster Pro II, tapi ini mungkin agak terlalu canggih untuk podcast paling sederhana di mana Anda hanya ingin merekam tamu studio atau seseorang secara online melalui Zoom atau melalui telepon. Focusrite Vocaster Two dapat menangani semua itu dan menghasilkan sinyal kualitas audio yang berkualitas tinggi dengan sempurna untuk podcasting. Ini juga merupakan alat yang berguna untuk merekam panggilan telepon.


Jika Anda ingin membuat podcast sederhana atau bahkan merekam beberapa musik dengan instrumen dan suara secara bersamaan, Focusrite Vocaster Two juga bisa melakukannya. Secara fisik cukup kecil untuk dikemas dalam tas sehingga Anda dapat membawanya dengan laptop dan beberapa mikrofon untuk merekam di berbagai lokasi. Satu-satunya peningkatan yang dapat saya sarankan adalah slot untuk slot microSD sehingga podcast dapat direkam secara langsung tanpa memerlukan komputer host. Sangat direkomendasikan.





Tentang Mark Sparrow.

Mark telah menulis tentang Apple Mac, perangkat lunak macOS, peralatan audio, dan fotografi digital selama lebih dari 30 tahun. Dia suka produk yang membuat hidup orang lebih kreatif, menyenangkan, dan produktif. Misinya adalah memburu dan menguji produk hebat dan teknologi terbaru sehingga Anda tahu apa yang harus dibeli.


Friday, July 1, 2022

SALE SUPER DAMAI jilid 3



Sebagai rasa terima kasih kepada konsumen setia, kami kembali mengadakan SALE SUPER DAMAI jilid  3 dengan Super Diskon s/d 90%* untuk produk-produk Pro audio (analog mixer, digital mixer, speaker, power amplifier, kabel, microphone), Musical instruments (ampli gitar, ampli keyboard, keyboard, digital piano, midi controller, synthesizer, kabel instruments, pedal effects), Perlengkapan recording (audio interface, monitor speakers) dan berbagai aksesori audio / musik lainnya.




Catat waktu dan tempatnya!

SALE SUPER DAMAI
6 JULI – 6 AGUSTUS 2022
Komplek Superblok Mega Kemayoran (MGK),
Jl Angkasa Kav B-6, Lt UG blok B12 no. 01,
Jakarta Pusat 10610.
Kota Baru Bandar Kemayoran.

*Syarat dan Ketentuan berlaku.

Jangan sampai ketinggalan. Untuk info terupdate, ikuti media sosial Kairos Multi Jaya.

Friday, June 17, 2022

KLOTZ Hi-end Guitar Cables



Sama seperti gitar itu sendiri, setiap pemain gitar berbeda. Suara yang sempurna untuk instrumen tergantung pada banyak faktor berbeda seperti gitar, perlengkapan tambahan seperti pedal efek, genre musik, gaya permainan dan tentu saja pemilihan kabel.

Untuk mendapatkan sound yang sempurna dari sebuah gitar, Klotz menawarkan berbagai jenis kabel, semuanya memberikan transmisi sinyal yang sempurna.

LaGrange Supreme Guitar Cable menyajikan reproduksi suara yang sangat jelas dan konsisten hanya dengan kapasitan 65 pF/m adalah pilihan yang sempurna untuk semua pemain yang mencari suara yang sangat detail dan transparan.




Untuk reproduksi suara yang sonik dan spektrum frekuensi penuh, serta pengiriman sinyal yang presisi dan akurat, kabel gitar high-end Klotz Joe Bonamassa adalah salah satu pilihan ideal. Kapasitansi rendah 70 pF/m adalah pilihan yang sempurna untuk suara vintage yang indah.




Kabel pamungkas untuk setiap gitaris yang ambisius adalah kabel gitar premium TITANIUM. Desain kabel yang unik dan telah dipatenkan ini memiliki dinamika respons yang cepat, menawarkan perhatian yang luar biasa pada detail yang otentik. Semua dengan kapasitansi seimbang 75 pF/m tanpa distorsi apa pun dan pengiriman suara yang sangat seimbang dan jelas.




Kabel klotz mana yang sesuai dengan kebutuhanmu? Cari tahu di dealer kabel Klotz terdekat.

Friday, June 3, 2022

Genelec 8050B

Active 2-Way Studio Monitor



Genelec 8050B memiliki power yang melimpah, sehingga cocok untuk ruang studio yang lebih besar dan jarak dengar yang lebih jauh. 8050B mewakili keseimbangan yang terdepan di kelasnya dengan output 110dB SPL, respon frekuensi yang membentang sepanjang 32 Hz – 25 kHz, dinamic range yang luas dan performa yang sangat detail dan transparan.

Dengan directivity yang akurat dan sweet spot yang luas, kamu bebas berpindah posisi dan tetap meyakini apapun yang kamu dengar.

#Genelec #StudioMonitor #StudioReference #Speaker#KairosMultiJaya #Genelec8050B