Thursday, May 7, 2015

30th ROCK & ROLL HALL Of FAME


Beberapa seri microphones Audio-Technica kembali dipercaya untuk digunakan dalam acara 30th Rock and Roll Hall of Fame yang diadakan di Cleveland, Ohio baru-baru ini.

Salah satu bagian terpenting dalam acara itu adalah segmen penganugerahan Bill Withers sebagai salah satu legenda soul  yang jarang terlihat aktivitasnya diatas panggung.

Dalam even itu juga terlihat penyanyi R&B John Legend dan salah satu “penghuni” Hall of Fame Stevie Wonder yang masing-masing tampil manggunakan Audio-Technica 5000 Series UHF wireless system dengan AEW-T5400a handheld microphones/transmitters. Wonder membawakan Ain’t No Sunshine yang diikuti oleh Legend yang membawakan Use Me, lalu keduanya membawakan Lean on Me.

Untuk backline juga terlihat penggunaan beberapa microphone Audio-Technica diantaranya AT4050 multi-pattern condenser microphones yang digunakan untuk overheads dan bass drum; AT4050ST stereo condenser microphone untuk menangkap ambiance penonton; AE5400 cardioid condenser handheld microphone untuk backing vokal; AE5100 cardioid condernser instrument microphone untuk hi-hat sekaligus ambiance penonton; AT4047/SV cardioid condenser microphone untuk B3 organ cabinet dan AT4081 ribbon microphones yang ditodongkan ke ampli gitar.

Technical staff untuk acara sermoni tersebut diisi oleh beberapa veteran dalam industri musik. Remote recording specialist M3 (music mix mobile) yang sekaligus menangani live broadcast Grammy tahun ini, bertanggung jawab untuk merekam program dan mixing pertunjukan tersebut untuk keperluan broadcast. Ketiganya adalah Mitch Maketansky sebagai penanggung jawab audio, John Harris sebagai recording engineer, Joel Singer pada truck engineer dan Brian Flanzbaum sebagai operator Pro Tools.

Maketansky menyatakan: “Saya dan seluruh team telah mempercayakan microphone dan wireless system Audio-Technica selama beberapa tahun ini untuk berbagai pertunjukan live broadcast karena konsistensi dan kehandalan setiap produknya. Untuk berbagai artis dan genre, Audio-Technica adalah sebuah solusi yang bisa diterapkan di berbagai acara, memungkinkan kita  untuk menampilkan sebuah pertunjukan yang sesuai dengan apa yang ingin kita dengar.




Wednesday, May 6, 2015

FOCUSRITE SCARLETT SOLO


Scarlett Solo adalah salah satu varian USB audio interface terlaris di dunia! Mulai dari yang mudah sampai dengan yang paling canggih, masing-masing audio interface Scarlett USB 2.0 memberikan kombinasi sempurna antara konversi digital yang presisi dan mic preamp Focusrite yang legendaris. Sama seperti keseluruhan seri interface Scarlett yang lain, Scarlett Solo sangat kompatibel dengan Macintosh® termasuk Yosemite® dan PC atau Windows®, dan Red 2 dan Red 3 AAX Plugins yang merupakan pasangan serasi Pro Tools®.


Interface ideal untuk para musisi

Focusrite Scarlett Solo adalah perangkat konversi digital yang mampu meng-capture sinyal secara presisi dan akurat untuk memberikan hasil rekaman yang terbaik. Mic pre yang tertanam pada Scarlett Solo sangat elegan, rigid dan dilengkapi dengan Focusrite microphone preamp yang telah terbukti dan tersohor kualitas nya selama 30 tahun dan spesial dirancang untuk interface kami, yang membuat anda merasakan pengalaman rekaman dengan Scarlett Sound yang legendaris.

Desain yang ringkas, ringan dan kokoh saat dibawa kemanapun, Scarlett Solo membuat Mac atau PC Anda menjadi studio recording yang portable. Kapanpun ide dan inspirasi itu datang, cukup colokkan microphone dan instrumen apapun, lalu mulailah membuat rekaman yang berkualitas.


Kualitas Sound Focusrite yang Legendaris

Semakin bagus preamp Anda, semakin bagus pula suara microphone dan tentu saja hasil rekaman yang bagus. Preamp Focusrite yang diaplikasikan kedalam Scarlett Solo adalah preamp yang sangat diperhitungkan dalam dunia recording. Power panthom +48V juga menjadi fitur bawaan standar, jadi Anda bisa menggunakan microphone apapun yang Anda suka, termasuk microphone jenis kondensor yang berkualitas tinggi.


Plug Straight In

Anda akan menemukan dimensi baru dalam menuangkan ide dan kreativitas bermusik tepat setelah anda menggunakan Scarlett Solo ini. Caranya mudah, cukup colokkan microphone pada input 1 dan sebuah instrumen pada input 2 (kedua input ini juga dapat digunakan untuk instrumen keyboard). Kemudian  pada saat Anda mengatur level (dengan cepat dan mudah tentunya), lampu Halo unik yang melingkar pada gain knob akan menyala hijau saat level anda berada pada posisi yang baik (headroom) dan akan menyala merah apabila signal anda terlalu keras (hot) - sehingga dengan ada nya fasilitas ini anda dapat dengan percaya diri melakukan proses rekaman dengan level yang baik dan benar.


Rekaman Dimanapun! 

Bawalah Scarlett Solo bersama Anda - bodi yang terbuat dari bahan aluminium kokoh, elegan serta dapat diandalkan. Scarlett Solo didesain untuk dapat digunakan saat live tour sehingga Anda dapat membawa nya kemana saja. Cukup dengan meng-input Scarlett Solo ke Mac atau PC Anda via USB Port dan mulailah merekam, tanpa memerlukan power supply yang menyita tempat dan merepotkan.





Capture Setiap Detail!

Scarlett Solo sangat bagus untuk demo - tetapi juga sempurna untuk dipakai oleh kalangan profesional! Konverter yang presisi meng-capture setiap ide musikal yang dituangkan melalui microphone atau instrumen dengan resolusi digital audio 24-bit. Menggunakan sample rate sampai dengan 96kHz untuk hasil rekaman yang jernih dengan dynamic range lebih dari 105dB untuk master-quality sound. Tidak ada cara yang lebih baik lagi untuk mendapatkan hasil rekaman dengan kualitas super di komputer Anda.


Monday, May 4, 2015

SUNDAY MOSTLY JAZZ - INDRA LESMANA GROUP

Sunday Mostly Jazz edisi 26 April 201





Pada tanggal 26 April lalu, team Kairos terbang ke Bali untuk memberikan technical support acara Sunday Mostly Jazz yang diprakarsa oleh musisi jazz senior Indra Lesmana di Griya Santrian Beach Club, Sanur. Bukan tanpa alasan, team yang terdiri dari Richard Frank Taihutu  (product specialist) dan Nanang Yuswanto (team marketing) ini membantu proses loading & setup sound reinforcement. Untuk acara yang digelar setiap 2 minggu ini, Indra Lesmana mempercayakan system audio ke beberapa produk Kairos, diantaranya; Mackie, Audio-Technica, Radial Engineering dan ampli Peavey.

Secara konsep, pemilihan venue ini sangat tepat! Dengan hamparan pantai yang bersih dan laut lepas, para pengunjung disuguhi pemandangan alam yang mempesona, terutama saat senja. Akan tetapi yang menjadi PR besar dan complicated adalah segi teknis (sound system). Tidak mudah menaklukkan venue yang terletak tepat di bibir pantai Sanur. Dimana pekerjaan kita berpacu dengan waktu dan kondisi alam. Angin pantai yang kencang dan dan hujan adalah kendala utama. Akan tetapi hal tersebut sudah kita prediksi sebelumnya, sehingga kita bisa menentukan system yang akan kita bawa ke Bali.
   
Faktor cuaca




Line up produk Mackie dipercaya menjadi garda depan untuk mengakomodir venue outdoor yang berangin dan luas tersebut. Komposisi musik yang dimainkan oleh Indra Lesmana bersama band-nya sangat groovy dan syarat detail-detail yang dinamis. Untuk itu, perlu speaker yang mampu mereproduksi suara dengan jernih dan tegas agar audiens mampu mencerna dengan baik pesan dari setiap notasi yang dimainkan. Sepasang SRM650 + Subwoofer HD1801 dan Mackie SP260 sebagai Loudspeaker Management System dipercaya sebagai main PA untuk meng-cover area seluas 450 meter persegi.





Mackie SRM650 & HD1801 (subwoofer)



Tim produksi memulai loading pukul 12:00. Untuk menyesuaikan waktu setup dan soundcheck yang singkat, team telah mempersiapkan Mackie DL32R untuk mixing setiap instrument yang dimainkan oleh Indra Lesmana bersama band. Belum genap 30 menit bekerja, team produksi dihadapkan faktor alam : hujan. Mau tidak mau tim menghentikan pekerjaan dan menunggu hujan reda. Karena venue benar-benar di pantai tanpa penutup apapun. Justru disinilah kemampuan DL32R benar-benar teruji. Pendeknya waktu setting tidak menjadi hal yang krusial lagi. DL32R diciptakan untuk memberikan kemudahan dengan dibekali fitur-fitur canggih.

Sekedar catatan kecil, selesai sesi soundcheck, Indra lesmana dan para pemain pendukung kami perdengarkan hasil live recording saat mereka melakukan soundcheck. Mereka tidak percaya pada musik yang sedang diputar saat itu adalah musik yang direkam saat mereka saat soundcheck. 



Fitur multi-track recording inilah yang dapat di fungsikan sebagai virtual sound check, artinya para musisi pun dapat mempersiapkan hal-hal lain selain soundcheck karena dapat digantikan dengan multi-track recording. Sangat efisien dan mempercepat proses sound check bagi engineers!

Dengan DL32R, sangat mudah untuk memastikan audio bisa diterima dengan baik di setia sudut dimana audiens berada. Hal tersebut juga mempermudah untuk memberikan monitor mix yang memudahkan player mengontrol permainan mereka yang diteruskan oleh Thump 15 dan DLM8 sebagai speaker monitor.



Untuk backline system, Indra Lesmana menggunakan ampli keyboard Peavey KB5. Bagitu pula dengan pemain gitar dan bass, masing-masing menggunakan Peavey Classic 50/410 dan Cabinet Headliner 410 + Bass Head Tour 700. 




Audio-Techncia dipercaya untuk miking instrumen dan divisi vokal. Dalam komposisi yang dibawakan, Indra lebih banyak memainkan instrumennya daripada menyanyi. Kebetulan malam itu guest star-nya adalah Eva Celia yang tidak lain dan tidak bukan adalah anak kandung Indra Lesmana. Baik Indra Lesmana maupun Eva Celia dan penyanyi tamu yang melakukan jam session menggunakan mikrofon Audio-Technca seri AE 4100 (Cardioid Dynamic Handheld Microphone). Microphone ini mampu meng-capture suara dengan baik yang diteruskan ke main mix.




Pada divisi gitar, ATM650 ditodongkan ke salah satu speaker ampli Peavey Classic 50/410. Sound yang clear dan warm sangat sesuai dengan keinginan gitaris maupun Indra Lesmana. 



Sedangkan untuk drum, mic Audio-Technica lainnya dipasang di beberapa bagian. ATM250 bertugas menangkap sound-sound rendah dari kick bass dan floor. Bahkan Richard berani 'ber-eksperimen' dengan menodongkan ATM250 ke moncong saxophone yang dimainkan oleh salah satu pemain pendukiung. Sedangkan ATM350 dipasangkan di kedua tom.



Secara keseluruhan, system yang dibangun sesuai dengan yang diharapkan. Pertunjukan berjalan dengan sangat 'khidmat'. Seperti pada pertunjukan Indra Lesmana pada umumnya, setiap komposisi yang dibawakan selalu mengundang decak kagum audiens. Tak terkecuali malam itu. Dari segi penonton, sound yang direproduksi mampu diterima dengan baik bahkan sampai dengan 4 kali panjang area. Dari area pantai menuju area hotel yang berjarak sekitar 80 meter, suara masih jelas terdengar. Meskipun pada jarak maksimal tersebut bukan jarak ideal untuk menikmati musik secara utuh.





Sampai jumpa di Sunday Mostly Jazz edisi berikutnya....



Tuesday, April 21, 2015

PRODUCT REVIEW : Audio-Technica ATH-M70x

by Richard Frank Taihutu

Halo sobat pembaca setia blog Kairos, pada kesempatan ini saya akan membahas lagi produk-produk Audio-Technica, terutama headphones.

Awal minggu lalu, saya berkesempatan untuk mencoba headphone Audio-Technica seri terbaru untuk pertama kalinya, ATH M70x (gress.... baru datang dari pabrik). Sebenarnya yang saya tunggu-tunggu adalah saudara kembarnya: ATH R70x open-back. Tapi karena masih belum datang, mari ikuti saya mencoba kemampuan saudara kembarnya (ATH-M70x red).




Begitu membuka box-nya, saya langsung disuguhkan dengan headphone bag warna hitam yang cocok untuk dibawa-bawa ataupun untuk ditaruh didalam tas. Isi bag-nya, tentu saja ATH-M70x! plus didalamnya terdapat tas kecil yang memuat semua extended cord untuk ATH-M70x, mulai dari yang pendek, sedang, sampai yang panjang.



Okay langsung saja kita review. Secara ukuran, driver di headphone ini lebih besar dari pada seri sebelum-sebelumnya, maka saya tertarik untuk mendengarkan respon di low-end nya. Playlist lagu yang saya siapkan untuk review kita kali ini adalah “Toto – I Will Remember” dan “Jennifer Warnes – Somebody, Somewhere”. Lagu-lagu tersebut memiliki low-end yang cukup rendah dan dynamic range yang bervariasi.

Dalam lagu Toto, pada awal lagu langsung terdengar respon low-end dari floor tom yang benar-benar akurat. Menurut saya headphone ini memiliki kualitas frekuensi low yang cukup flat, tidak over. Dan driver headphone ini cukup gesit dalam mengatasi perubahan transient yang cukup cepat. Detail hi hat di lagu ‘I Will Remember’ ini pun sangat pas. Hal yang sering dijumpai pada headphone yang memiliki driver besar adalah problem untuk me-reproduksi suara di frekuensi tinggi, terutama pada saat berbarengan dengan frekuensi rendah seperti di lagu Toto ini.




Pada lagu selanjutnya, Jennifer, fokus saya adalah pada vocal Jennifer yang ditemani oleh bass yang cukup dominan. Suara Jennifer ter-reproduksi dengan sangat baik. Hal ini semakin meyakinkan saya bahwa headphone ini flat. Dan sekali lagi, respon di frekuensi tinggi sangat bagus.



Untuk soal kenyamanan, ear-cups headphone ini cukup nyaman. Setelah mendengarkan banyak lagu-lagu selama 2 jam, kuping saya masih cukup nyaman. Hanya saja saya tetap harus beristirahat minimal 5 menit setelah pemakaian lebih dari satu jam. Untuk bentuk fisik yang lumayan besar, headphone ini cukup ringan. Hal lain yang patut diperhatikan adalah bleed noise dari headphone ini yang relative kecil ketika sedang dipakai.

Singkat cerita, headphone ini sudah menemani saya selama satu minggu lebih dan saya pakai untuk semua pekerjaan saya mulai untuk critical listening, mixing dan mastering, maupun untuk sekedar santai mendengarkan lagu.



Kesimpulan saya headphone ini jelas lebih premium mengungguli kakak-kakaknya; M20x, M30x, M40x dan M50x), baik dalam hal teknis maupun kualitas suaranya. Saya akan merekomendasikan M70x untuk semua pekerjaan audio yang membutuhkan respon suara yang flat dan akurat.

-rft-


Friday, April 17, 2015

EAW Redline Powered Loudspeaker Series

Dua model full-range dan sebuah subwoofer didesain untuk memenuhi kebutuhan live dan instalasi sound reinforcement; box full-range juga dapat diaplikasikan menjadi monitor dengan sudut yang simetris.

Eastern Acoustic Works (EAW) telah merilis dan memperkenalkan Redline, seri terbaru powered loudspeaker untuk kebutuhan live dan instalasi sound reinforcement. Redline muncul pada booth display EAW di Festhalle pada saat berlangsungnya perhelatan Prolight + Sound 2015 di Frankfurt.




Seri Redline terdiri dari 2 powered, 2-way loudspeakers (RL12 12-inch dan RL15 15-inch), yang dipadukan dengan powered subwoofer RL18S 18-inch. Loudspeaker Redline dilengkapi dengan tranducer yang presisi. Baik RL12 maupun RL15 memberikan directivity yang konsisten dengan crossover beamwidth yang dapat disesuaikan pada sudut putar 90 derajat x 60 derajat. Empat port bukaan pendukung bass tanpa menimbulkan turbulensi pada saat aliran udara pendingin transducer mengalir untuk membantu memaksimalkan performa 

Transducers digerakkan oleh daya 1.250-watt, tanpa kipas, Class D, Power Factor Correted onboard amplifier. EAW fokus pada sonic processing untuk mengatur respon impuls sekaligus memberi penambahan dorongan seperti yang diharapkan oleh para pengguna pada saat pengaplikasian sistem. Pengolahan Propertiary DynO mengoptimalkan transfer daya dari amplifier ke transducer, memaksimalkan headroom dan keseluruhan kualitas sound dengan SPL yang tinggi. Ada tiga preset voicing yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan tanpa membutuhkan komputer atau prosesor eksternal.

Subwoofer RL18S adalah cardioid-ready yang bisa dioperasikan melalui kontrol panel belakang, yang memungkinkan para pengguna untuk mendapatkan low-frequency tanpa membutuhkan processing dan kalkulasi yang rumit.
EAW Redline Series

“Para engineer EAW fokus pada perancangan sebuah produk yang efisien, fitur yang kuat tanpa penambahan widget apapun yang justru menyusahkan para para pekerja dan profesional,” jelas Presiden EAW Jeff Rocha. “Mereka memaksimalkan pengalaman menggunakan produk selama bertahun-tahun - KF, JF, SB dan varian produk Adaptive System - untuk menciptakan sebuah produk yang bisa digunakan sebak-baiknya, kapanpun dan dimanapun”.

Masing-masing rangka body Redline terbuat dari kayu yang memiliki ketebalan 15mm dengan treatment EAW RoadCoat, yang digabungkan oleh 18 gril penahan dengan Redline strip magnetic (yang dapat dilepas) yang memberikan identitas tersendiri pada seri ini. Penyesuaian rangka dengan sudut simetris monitor yang membentuk sepasang wedge serta penambahan pegangan (handle) yang kokoh adalah hal yang tak terpisahkan untuk memberikan kemudahan dalam penanganannya.

simak video berikut:




courtesy eaw.com

Thursday, April 16, 2015

iLive Mix Pad App - FREE



Kabar gembira bagi para pecinta Allen & Heath iLive Series, kini iLive Mix Pad App yang harganya US$99 atau setara dengan Rp. 1.300.000,- tersebut bisa Anda dapatkan secara GRATIS! Yak, gratis! Anda bisa meengunduhnya disini : http://www.allen-heath.com/ahproducts/ilive-mixpad/

Kepastian kabar baik ini diumumkan secara resmi pada perhelatan Frankfurt Pro Light and Sound Show. Segera manfaatkan kesempatan ini. Program ini bisa anda pergunakan hanya sampai dengan tanggal 30 April 2015. Jadi, tunggu apalagi? 

Segera download sekarang juga!

Tuesday, April 7, 2015

MACKIE MASTER FADER CLASSIC


Hello Mackoid! What's up???!

Masih ingat dengan tampilan display diatas? Apabila Anda pengguna awal mixer Mackie DL806 dan DL1608, tentunya tidak asing lagi dengan tampilan diatas. Yap! Benar sekali! Display diatas adalah tampilan dari Master Fader versi awal. Kami menyebutnya dengan Master Fader Classic. 

Master Fader Classic masih memiliki benang merah versi 2.1 dan software ini dapat di unduh secara terpisah di App Store. Hal ini adalah jawaban atas permintaan para pengguna setia Mackie yang menginginkan kembali Master Fader Classic.

Penggunaan Master Fader Classic ini menjamin kestabilan pada sistem dan banyak memberikan Anda fleksibilitas saat melakukan controlling mixer Anda. Dan kabar baiknya adalah Anda dapat menyimpan dan menggunakan software ini selama yang Anda suka.

Apabila Anda sound consultant atau kontraktor yang sering menjumpai berbagai macam konsumen, kini anda dapat memiliki 2 buah software Master Fader yaitu versi 3.0 dan versi classic ini dalam iPad Anda sehingga memberikan pilihan, kepraktisan dan kemudahan saat melakukan perkerjaan Anda. 

Dengan adanya inovasi ini kami berharap dapat menjawab keinginan dan permintaan para Mackoid dan merasa excited-nya dengan kami saat memperkenalkan inovasi baru ini kepada Anda semua.


Catatan penting:

  • Master Fader Classic hanya digunakan pada DL806 & DL1608, sedangkan DL32R tetap menggunakan Master Fader ver. 3.0
  • Apabila anda ingin menggunakan Master Fader Classic pada mixer firmware yang telah menggunakan Master Fader ver 3.0 maka Anda wajib men-downgrade mixer firmware-nya terlebih dahulu. Klik disini untuk lebih detail instruksinya.
  • Backup yang terdapat pada Master Fader ver  3.0 tidak dapat digunakan pada Master Fader 3.0
  • Hanya My Fader ver 2.1 yang dapat kompatible dengan Master Fader Classic.  

courtesy mackie.com
review and translated by Damaran Kristianto - Product Specialist Mackie Resource Center 

Monday, April 6, 2015

MAROON 5 Tour Bareng EAW Anya


Grup band papan atas Maroon 5 saat ini sedang menjalani tur untuk mempromosikan album terbaru mereka yang bertajuk ‘V’, album ini berhasil memposisikan di peringkat #1 di Billboard’s Top 200. Dalam tour ini, Sound Image, salah satu perusahaan rental audio yang berbasis di Escondido, California; memberikan 54 modul EAW Anya dengan 24 SB2001 subwoofer dan delapan KF364 point source systems sebagai frontfill dalam rangkaian tur ini.

“nge-mix PA Anya adalah hal yang sangat menyenangkan” kata FOH engineer Jim Ebdon ketika ditanya soal EAW Anya. “Saya kagum dengan konsistensi dari coverage-nya”

Andrew Dowling, system tech dari Sound Image yang menangani tur ini menambahkan, “Ketika kami membandingkan hasil mixing Jim dengan Anya dan system lain di bulan Januari lalu, akhirnya keputusannya jatuh ke Anya - dengan Anya, suara vokal terdengar sangat menonjol, ini benar-benar luar biasa."

Maroon 5 - EAW Anya


EAW Anya, flagship EAW untuk produk Adaptive Systems, adalah system yang sangat lengkap, high-power sound reinforcement yang dapat menyesuaikan semua performa secara elektronik dan tidak memerlukan sudut vertikal. Hasilnya, Anya dapat memberikan hasil output yang luar biasa dengan fidelity untuk semua jenis aplikasi venue, menjadikannya ideal untuk kebutuhan touring karena antara venue yang satu dengan lainnya sangat berbeda kebutuhannya.

Software EAW Resolution™ digunakan oleh para engineer untuk mendisain sistem dan menentukan venue yang ingin di cover serta hasil suara yang dinginkan, EAW Resolution kemudian akan menentukan bentuk wave front  dan processing untuk mendapatkan hasil yang diinginkan serta memaksimalkan sound quality di semua tempat pendengar.

“Yang saya ingin lakukan setiap hari adalah duduk di mixing console dengan system yang bunyinya sama dari venue ke venue – kemudian saya dapat berkonsentrasi untuk pekerjaan saya, yaitu untuk me-mixing show dengan hasil yang memuaskan” Ebdon menjelaskan. “Saya dapat mendapatkannya dengan mudah dengan Anya”, imbuhnya.

“Show Maroon 5 ini suaranya benar-benar luar biasa” komentar dari David Shadoan, presiden direktur dari Sound Image. “Mixing Jim Ebdon sangat pas, dan tidak ada sistem lain di luar yang dapat memberikan level performa seperti ini dan masih dapat muat didalam sejumlah kecil real estate yang dibolehkan oleh M5. Jarak pandang sangat penting. Ini adalah salah satu contoh bagaimana teknologi dari Anya adalah teknologi masa depan”.

EAW Anya


Setiap modul Anya terdapat 22 custom transducer: 14 HF compression drivers yang dapat memberikan bukaan dari horn yang dapat memenuhi seluruh depan enclosure, enam 5” MF cone transducer dengan teknologi Radial Phase Plugs™ dan teknologi Concentric Summation Array  yang dapat memberikan koherensi dengan HF wavefront, dan dual 15” LF cone transducer yang memiliki teknologi Offset Aperture. Setiap dari 22 transducer didalam modul Anya mendapat power dan processing yang independen untuk memberikan resolusi dan kontrol yang tinggi. Anya di desain untuk memberikan kualitas dan konsistensi audio sesuai dengan kebutuhan user di semua tiga dimensi.

“Kami sangat senang Maroon 5 bersama Anya” kata Jeff Rocha, Presiden dari EAW. “Partnership kami dengan seluruh tim Sound Image dan kesempatan untuk berkolaborasi secara langsung dengan engineer ternama seperti Jim sangat luar biasa. Feedback yang kami dapatkan dari seluruh tim produksi – dari promotor dan desainer sampai kepada kru – adalah bukti positif bahwa Anya dapat mempengaruhi komunitas dari live sound dari segala perspektif”.

courtesy eaw.com