Friday, December 30, 2022

Produk Baru! Mackie New CR2-X Cube, CR2-X Bar Pro dan CR6S-X Sub



Produk audio Mackie yang berkualitas tinggi telah dirancang untuk memberi pengalaman mendengarkan yang tak terlupakan. Apakah kamu seseorang yang berkarier di bidang pembuatan musik, kreator konten dan bermain game atau seseorang yang menikmatinya sebagai hobi, Mackie memiliki apa yang kita butuhkan.

Selama lebih dari 30 tahun, Mackie telah berkomitmen untuk menciptakan perlengkapan audio profesional yang dapat dibeli semua orang. Tentu, varian dan pilihan produk tersebut telah mengalami perubahan yang lebih baik sering dengan waktu. Sebagai merek pilihan untuk semua hal tentang audio, Mackie selalu mencari solusi untuk mengembangkan cara baru dan menarik dalam menikmati musik atau suara. Penambahan produz baru tersebut diantaranya Seri CR-X — CR2-X Cube, CR2-X Bar Pro, dan Subwoofer CR6S-X yang baru saja dirilis.

Mackie  menjawab pertanyaan para pengguna dengan memberi pemahaman yang lebih baik tentang apa yang membuat penambahan CR2-X Cube, CR2-X Bar Pro, dan Subwoofer CR6S-X yang baru begitu istimewa. mari kita simak fütur satu persatu:

 

MACKIE CR2-X CUBE
PREMIUM DESKTOP SPEAKERS

Ukuran kecil tidak berarti bersuara kecil. Speaker desktop Mackie CR2-X Cube dengan teknologi driver BMR inovatif yang memungkinkan suara sebening kristal dan cakupan suara lebar yang memenuhi ruangan, dalam format yang ringkas.

Para gamer yang menginginkan suara detail tembakan, langkah kaki dan ledakan jauh, tidak perlu mencari perangkat lain lagi. Bagaimana dengan musik? CR2-X Cube memberikan akurasi dan pencitraan spasial yang luar biasa yang berarti vokal akan benar-benar terdengar di depan Anda, gitar akan memiliki kedalaman dan dimensi, dan yang lainnya akan mengklaim spot yang berbeda di area mendengarkan.

 

Mackie CR2-X Bar PRO
PREMIUM DESKTOP PC SOUNDBAR WITH BLUETOOTH

Mackie CR2-X Bar PRO menghadirkan suara dahsyat dalam desain soundbar ringkas dan tersembunyi yang pas di bawah tampilan desktop Anda. Dari bermain game, dengerin musik hingga nonton film, soundbar ini menghasilkan suara yang jernih dan imersif yang menciptakan pengalaman tak terlupakan.

Teknologi driver BMR yang inovatif memungkinkan suara CR2-X Bar PRO terdengar memenuhi ruangan dalam casing yang begitu ringkas berkat desain cakram datarnya yang unik, serta dapat dihubungkan mudah dengan USB, Analog, dan Bluetooth® tersedia plus output subwoofer onboard.

 

Mackie CR6S-X
POWERED FLOOR-STANDING SUBWOOFER

Subwoofer CR6S-X menampilkan woofer 6,5” dengan output tinggi dan down-firing yang dikombinasikan dengan port yang disetel secara presisi. Dengan subwoofer CR6S-X, Anda akan benar-benar merasakan semua detail hentakan bass, ledakan, dan gemuruh dari musik atau film yang ditonton dan kamu melakukannya dengan penuh gaya.

CR6S-X memiliki bentuk ringkas yang tidak menghabiskan ruang di bawah meja kamu. Dapatkan pengalaman audio penuh dari audio desktop kamu dengan subwoofer CR6S-X.

Monday, December 26, 2022

CASIO Privia PX-S6000

Casio Privia PX-S6000 memadukan bahan dan desain ramah interior menampilkan kombinasi warna hitam mengkilap dan desain serat kayu kenari yang cantik, bersama dengan jaring kain elegan. Desain PX-S6000 yang modern, minimalis, dan harmonis tidak hanya merupakan pilihan yang sangat baik sebagai instrumen, tetapi juga dapat melengkapi setiap ruangan sebagai item interior yang bergaya.

Sama seperti seri PX-S7000, PX-S6000 juga menerapkan perpaduan mekanisme keyboard inovatif Casio dan teknologi pengontrol digital untuk menghadirkan sensasi permainan yang unggul dari seri ini. Kedua model dilengkapi dengan sistem suara dan teknologi sumber suara yang luar biasa, memungkinkan pemain untuk benar-benar terhanyut dalam musik dan menghidupkan permainan dan  ekspresi musik yang lebih luas.

Sistem suara ini adalah teknologi terbaru Casio yang patennya telah didaftarkan, yang dapat menyesuaikan medan suara secara fleksibel berdasarkan posisi piano. Jadi, apa fungsi sistem ini dari aspek performanya?

Speaker ini dilengkapi dengan empat speaker full-range yang masing-masing ditenagai oleh amplifier 8W, diberi casing dari material hibrid resin yang sangat kokoh dan kayu. Desain ini membantu menghasilkan suara jernih namun kuat sehingga dapat meminimalkan distorsi karena getaran simpatik yang tidak diinginkan dapat diminimalkan. Side Enhancing Diffuser dilengkapi dengan speaker luar yang membantu menghasilkan suara yang menyebar luas meskipun piano berukuran ringkas. Berbagai elemen output suara (seperti frekuensi, volume, dan lokalisasi) masing-masing dari keempat speaker pada Sistem Suara Spasial dapat disesuaikan secara tersendiri. Dengan memadukan suara dari empat speaker ini di udara, kami menciptakan medan suara alami yang tidak mungkin dicapai dengan teknologi lama stereo dua saluran konvensional. Ini menciptakan pengalaman audio yang jauh lebih memukau untuk performa pertunjukan yang luar biasa! Speaker ini juga memiliki fungsi surround yang memungkinkan Anda menyesuaikan penyebaran suara dalam tiga tahap.

Untuk menyempurnakan kenikmatan bermain, model PX-S6000 juga dilengkapi dengan suara piano elektrik dan alat musik yang digunakan dalam banyak lagu hits terkenal. Tidak hanya karakteristik alat musik, tetapi juga efek dan tekstur rekaman dapat dibuat ulang secara akurat, sehingga kamu dapat menghidupkan kembali beberapa lagu favorit dari masa lampau dalam pertunjukan musik kamu sendiri!


Monday, December 19, 2022

Audio-Technica BPHS2 – Stereo Broadcast Headset

 BPHS2 dibuat khusus untuk membawa acara siaran berita dan olahraga. Headset stereo yang kokoh ini menawarkan reproduksi vokal yang sangat jelas, serta kenyamanan dan isolasi suara yang pas serta desain closed-back yang low-profile dan on-ear yang didasarkan pada headphone monitor profesional ATH-M60x.

Tidak tanya itu, BPHS2 juga menggunakan driver aperture besar 45 mm yang sama dengan ATH-M60x dan bantalan telinga dan headband busa memori premium, memberikan fidelitas tinggi dan kenyaman untuk dipakai dalam durasi yang lama.

Mikrofon headset hypercardioid dynamic-nya membuat pickup suara tetap fokus pada suara penyiar, bahkan di lingkungan yang keras sekalipun serta disesuaikan untuk mereproduksi suara siaran yang meriah. Mikrofon diletakkan di ujung boom kokoh dengan bagian leher angsa yang kuat dan fleksibel yang memungkinkan mikrofon dengan mudah disesuaikan dan kemudian tetap di tempatnya. Boom juga dirancang untuk dapat diputar ke depan dan ke belakang sehingga headset dapat dikenakan dengan posisi mikrofon di sisi kanan atau kiri.

Microphone
ElementDynamic
Polar PatternHypercardioid
Frequency Response50 – 14,000 Hz (@ 2 cm)
Open Circuit Sensitivity–57 dB (5.6 mV) (0 dB = 1 V/Pa, 1 kHz)
DimensionsHeight: 18.0 mm (0.71”),

Main unit maximum diameter: 23.4 mm (0.92”)

Output ConnectorTB6M

 

Headphones
TypeClosed-back Dynamic (Headphone)
Hypercardioid Dynamic (Microphone)
Driver Diameter45 mm (Headphone)
Frequency Response15-28,000 Hz (Headphone)
50-14,000 Hz (Microphone)
Maximum Input Power1,600 mW at 1 kHz (Headphone)
Maximum Output1,600 mW
Sensitivity102 dB (Headphone)
-57 dB (1.4 mV) re 1V at 1 Pa (Microphone)
Impedance38 ohms (Headphone)
550 ohms (Microphone)
Weight250 g (8.8 oz)
CableDetachable 3.0 m (9.8′) long cable with 6-pin connector at headset end;

3-pin XLRM-type connector (microphone) and 3.5 mm (1/8″) phone plug

(headphone) outputs

ConnectorTB6M jack
MagnetNeodymium (Headphone)
Voice CoilCopper-clad aluminum wire
Accessories IncludedPouch; 3 windscreens; cable clip; 6/3 mm (1/4″) screw-on adapter

Tuesday, November 15, 2022

RCF ART 932-A

Professional Active Speaker

RCF ART 932-A mengkombinasikan titanium/ neodymium compression driver 3″, woofer 12″, 2-channel amplifier 2100W dan directivity True Resistive Waveguide yang konstan untuk menghasilkan cakupan area 100° x 60° yang koheren untuk area mendengarkan dengan kekerasan suara hingga 132 dB SPL bebas distorsi.

ART 932-A dirancang oleh para engineer RCF untuk menghadirkan performa audio yang luar biasa dan keserbagunaan untuk aplikasi audio intensif. Kombinasi driver kompresi titanium/neodymium 3″, woofer 12″ – amplifier 2-channel 2100W, dan direktivitas konstan True Resistive Waveguide menghasilkan cakupan 100° x 60° yang koheren untuk area pendengaran hingga 132 dB SPL tanpa distorsi.

System yang kompak dan portabel ini menggabungkan FiRPHASE processing dan Bass Motion Control DSP milik RCF, yang disetel dengan sempurna untuk setiap model, sehingga penonton akan merasakan kejernihan absolut dan respons bass yang dalam dan bertenaga. Kabinet ramping menggunakan material komposit polipropilena khusus dengan penguatan internal M-brace, membuatnya mudah dibawa dan aman untuk dipasang di tiang, dipasang di tiang, dipasang di dinding, atau dipasang di rangka menggunakan beberapa titik rigging yang tersedia.

 

ART 932-A memiliki amplifier paling bertenaga di kelasnya. Perbaikan RCF dalam desain transduser menjadikannya lebih kuat dan bertenaga, sehingga amplifier mengikuti evolusi. Dengan daya 2.100 Watt, amplifier 2-channel ART 9 Class-D 50% lebih kuat dari model sebelumnya, mampu mengelola tingkat tekanan suara yang sangat tinggi dengan serangan ultra cepat, respons transien yang realistis, dan kehilangan panas yang sangat rendah.

ART 9 sangat hemat energi sehingga tidak perlu kipas pendingin – amplifier terpasang pada penukar panas aluminium padat di bagian belakang unit – tanpa bagian yang bergerak. Terhubung secara fisik dengan rangka internal, amplifier kokoh dan kokoh di dalam kabinet. Sirkuit input menampilkan desain distorsi rendah baru dengan pembatas keamanan canggih, mempertahankan karakter sebenarnya dari sinyal input di semua level.

Semua amplifier ART 9 dirancang sesuai dengan EN62368-1 untuk keamanan maksimum dan menghadirkan bagian Catu Daya Mode Sakelar yang menggabungkan efisiensi tinggi dengan bobot minimum.

 

Paradigma baru dalam elektroakustik

Desain canggih ART seri 9 terletak di dalam housing speaker. True Resistive Waveguide yang baru adalah hasil dari beberapa penyempurnaan baik dalam desain transduser dan port berventilasi dengan Analisis Elemen Hingga, dan pengukuran konstan dalam ruang anechoic RCF. Berkat teknologi FiRPHASE, bentuk baru, dan penempatan port, speaker kini berfungsi sebagai satu sumber ideal untuk gambar suara yang sempurna. Secara akustik, pandu gelombang TRW meniru beban resistif murni bebas resonansi yang mengurangi distorsi frekuensi tinggi dari klakson klasik. Dengan bentuk suaranya yang asimetris, sudut cakupan pandu gelombang memberikan keterarahan yang konstan ke seluruh area pendengaran dan panorama stereo yang lebih baik.

 

Fitur ART 932-A
• Up to 132 dB Sound Pressure Level
• 2100W Class-D Bi-Amplification
• 45-20000 Hz linear frequency response
• 3″ Titanium/Neodymium Compression Driver
• 12″ Woofer
• FiRPHASE zero degrees phase technology
• Bass Motion Control woofer excursion management

#RCF #ART932A #ActiveSpeaker #ARTSeries #Loudspeaker#KairosMultiJaya

Friday, October 28, 2022

Tips Cara Reamp dengan Focusrite Scarlett 2i2 dan Radial Reamp HP

Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk memasuki dunia rekaman dan produksi musik. Berbagai macam audio interface berkualitas tinggi dan terjangkau sudah tersedia, membuatnya lebih mudah dari sebelumnya untuk membuat musik di studio rumah. Focusrite Scarlett 2i2 adalah contoh yang bagus: audio interface format kecil yang populer ini menyediakan 2-channel input dengan mic preamp mikrofon, koneksi USB berkecepatan tinggi ke komputer dan kemampuan untuk menghubungkan sepasang monitor studio dan satu set headphone serta dapat menyesuaikan level output masing-masing untuk mendengarkan /playback. Kumpulan fitur ini adalah tipikal dari banyak interface dua channel di pasaran.

 

Dengan alat perekaman yang canggih yang semuanya bisa diakses dengan ujung jari seperti ini, maka tidak heran begitu banyak artis dan audio engineer baru, ini juga saat yang tepat untuk menyelami teknik perekaman dan mixing yang dikenal sebagai Reamping. Jika kamu membaca artikel ini, kamu mungkin sudah mengerti gagasan tentang apa itu Reamping, tetapi tidak ada salahnya jika kita definisikan bersama bahwa reamping adalah metode pengambilan track audio yang telah direkam sebelumnya dan memasukkannya kembali melalui pedal gitar dan amplifier sehingga kita dapat bereksperimen dengan pengaturan dan efek baru untuk direkam ulang dan ditambahkan ke track asli. Proses reamping biasanya dimulai dengan menghubungkan output level-line dari audio interface ke perangkat Reamp khusus. Tetapi jika kita melihat panel belakang Scarlett 2i2, ada masalah muncul – hanya dua line output yang tersedia, dan ini kemungkinan besar sudah terhubung ke studio monitor.

Mungkin terasa ribet untuk mematikan monitor dan memasang kembali kabel di bagian belakang interface setiap kali perlu melakukan Reamp. Reamping adalah teknik kreatif yang baik dan dapat kita gunakan saat inspirasi datang. Reamp HP, salah satu Reamper terbaru dari Radial Engineering, mengatasi masalah ini dengan cara yang unik: alih-alih memerlukan output line-level dari interface, perangkat ini dirancang untuk menerima sinyal dari jack headphone. Hal ini membuat koneksi monitor kita tetap utuh, sekaligus membuatnya lebih mudah dari sebelumnya. Untuk mengatur Reamping hanya dalam beberapa menit menggunakan langkah-langkah yang diuraikan di bawah ini.

Langkah 1: Hubungkan kabel 

Dalam bentuk yang paling sederhana, Reamping hanya membutuhkan tiga kabel: Yang pertama menghubungkan sumber audio ke perangkat Reamp, yang kedua mengumpankan output Reamper ke amplifier gitar dan yang ketiga menghubungkan mikrofon yang ditempatkan pada amp ke perangkat perekaman / audio interface.

Untuk Reamp HP, kita memerlukan kabel TRS 1/4″ untuk menghubungkan dari output headphone pada audio interface ke input Reamper.

Kemudian, output dari Reamper ke amplifier gitar (dan pedal gitar jika diperlukan) menggunakan kabel instrumen TS 1/4″ standar.

Terakhir, kabel mikrofon XLR yang menghubungkan mikrofon yang ditempatkan di depan ampli gitar kembali ke salah satu preamp pada perangkat perekam.

Langkah 2. Siapkan trek sumber dan trek rekaman di DAW Anda

Track sinyal audio yang ingin dimasukkan kembali melalui amplifier – ini biasanya gitar atau bass yang direkam melalui DI box, tetapi juga dapat berupa file audio apa pun yang diinginkan, dari vokal hingga track drum. Setelah memilih track sumber suara, jadikan solo (ini akan menjadi satu-satunya audio yang dikirim ke output headphone) dan alokasikan ke channel output Right dari audio interface yang kita gunakan.

Jika menggunakan file sumber stereo, kita dapat menetapkannya ke output stereo Left Right dari interface dan tekan tombol MONO pada Reamp HP untuk menggabungkan kedua channel secara merata ke dalam Reamper.

Track rekaman akan digunakan untuk menangkap output mikrofon yang kita tempatkan di depan amplifier. Buat track mono baru dan atur input ke channel pada interface yang telah disambungkan ke mikrofon. Sebelum memulai, pastikan untuk mute track sehingga tidak memberi umpan pada output headphone yang menyebabkan feedback loop.

Langkah 3: Sesuaikan level sinyal dan bereksperimen dengan sound-nya

Reamp HP dapat menangani level sinyal input yang ‘hot’, jadi untuk staging gainyang optimal kita perlu output sebanyak mungkin dari audio interface sebelum ambang distorsi. Naikkan fader pada track sumber hingga mencapai level yang ideal pada indikator, lalu ubah level output headphone pada interface hingga 80 persen dari volume maksimal. Sebelum memulai pemutaran track, putar kontrol LEVEL pada Reamp HP sepenuhnya, lalu naikkan secara perlahan setelah pemutaran track dimulai hingga kita mendapatkan output yang diinginkan dari amplifier. Terakhir, aktifkan preamp pada input interface untuk mencapai level sinyal yang baik pada track rekaman yang baru hasil reamping.

Melalui langkah-langkah tersebut, kita telah mencapai bagian terbaik dari proses Reamping: bereksperimen dengan sound dan menyesuaikan hasilnya. Luangkan waktu dan jelajahi kombinasi berbagai pedal, pengaturan ampli dan teknik penempatan mikrofon untuk menemukan suara sempurna yang menghadirkan aspek kreatif berbeda pada mix kita.

 

Saat ini kemungkinan Radial Reamp HP belum tersedia, akan tetapi metode dasar reamping ini bisa diterapkan ke produk Reamp lainnya, antara lain : JCR Reamp & EXTC Stereo.

Untuk metode reamping yang lebih kompleks, silahkan baca artikel berikut https://www.kairosmultijaya.com/news/protips-reamping-untuk-mendapatkan-tone-sempurna/


Thursday, October 27, 2022

Tips Cara Reamp dengan Focusrite Scarlett 2i2 dan Radial Reamp HP

Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk memasuki dunia rekaman dan produksi musik. Berbagai macam audio interface berkualitas tinggi dan terjangkau sudah tersedia, membuatnya lebih mudah dari sebelumnya untuk membuat musik di studio rumah. Focusrite Scarlett 2i2 adalah contoh yang bagus: audio interface format kecil yang populer ini menyediakan 2-channel input dengan mic preamp mikrofon, koneksi USB berkecepatan tinggi ke komputer dan kemampuan untuk menghubungkan sepasang monitor studio dan satu set headphone serta dapat menyesuaikan level output masing-masing untuk mendengarkan /playback. Kumpulan fitur ini adalah tipikal dari banyak interface dua channel di pasaran.

 

Dengan alat perekaman yang canggih yang semuanya bisa diakses dengan ujung jari seperti ini, maka tidak heran begitu banyak artis dan audio engineer baru, ini juga saat yang tepat untuk menyelami teknik perekaman dan mixing yang dikenal sebagai Reamping. Jika kamu membaca artikel ini, kamu mungkin sudah mengerti gagasan tentang apa itu Reamping, tetapi tidak ada salahnya jika kita definisikan bersama bahwa reamping adalah metode pengambilan track audio yang telah direkam sebelumnya dan memasukkannya kembali melalui pedal gitar dan amplifier sehingga kita dapat bereksperimen dengan pengaturan dan efek baru untuk direkam ulang dan ditambahkan ke track asli. Proses reamping biasanya dimulai dengan menghubungkan output level-line dari audio interface ke perangkat Reamp khusus. Tetapi jika kita melihat panel belakang Scarlett 2i2, ada masalah muncul – hanya dua line output yang tersedia, dan ini kemungkinan besar sudah terhubung ke studio monitor.

Mungkin terasa ribet untuk mematikan monitor dan memasang kembali kabel di bagian belakang interface setiap kali perlu melakukan Reamp. Reamping adalah teknik kreatif yang baik dan dapat kita gunakan saat inspirasi datang. Reamp HP, salah satu Reamper terbaru dari Radial Engineering, mengatasi masalah ini dengan cara yang unik: alih-alih memerlukan output line-level dari interface, perangkat ini dirancang untuk menerima sinyal dari jack headphone. Hal ini membuat koneksi monitor kita tetap utuh, sekaligus membuatnya lebih mudah dari sebelumnya. Untuk mengatur Reamping hanya dalam beberapa menit menggunakan langkah-langkah yang diuraikan di bawah ini.

Langkah 1: Hubungkan kabel 

Dalam bentuk yang paling sederhana, Reamping hanya membutuhkan tiga kabel: Yang pertama menghubungkan sumber audio ke perangkat Reamp, yang kedua mengumpankan output Reamper ke amplifier gitar dan yang ketiga menghubungkan mikrofon yang ditempatkan pada amp ke perangkat perekaman / audio interface.

Untuk Reamp HP, kita memerlukan kabel TRS 1/4″ untuk menghubungkan dari output headphone pada audio interface ke input Reamper.

Kemudian, output dari Reamper ke amplifier gitar (dan pedal gitar jika diperlukan) menggunakan kabel instrumen TS 1/4″ standar.

Terakhir, kabel mikrofon XLR yang menghubungkan mikrofon yang ditempatkan di depan ampli gitar kembali ke salah satu preamp pada perangkat perekam.

Langkah 2. Siapkan trek sumber dan trek rekaman di DAW Anda

Track sinyal audio yang ingin dimasukkan kembali melalui amplifier – ini biasanya gitar atau bass yang direkam melalui DI box, tetapi juga dapat berupa file audio apa pun yang diinginkan, dari vokal hingga track drum. Setelah memilih track sumber suara, jadikan solo (ini akan menjadi satu-satunya audio yang dikirim ke output headphone) dan alokasikan ke channel output Right dari audio interface yang kita gunakan.

Jika menggunakan file sumber stereo, kita dapat menetapkannya ke output stereo Left Right dari interface dan tekan tombol MONO pada Reamp HP untuk menggabungkan kedua channel secara merata ke dalam Reamper.

Track rekaman akan digunakan untuk menangkap output mikrofon yang kita tempatkan di depan amplifier. Buat track mono baru dan atur input ke channel pada interface yang telah disambungkan ke mikrofon. Sebelum memulai, pastikan untuk mute track sehingga tidak memberi umpan pada output headphone yang menyebabkan feedback loop.

Langkah 3: Sesuaikan level sinyal dan bereksperimen dengan sound-nya

Reamp HP dapat menangani level sinyal input yang ‘hot’, jadi untuk staging gainyang optimal kita perlu output sebanyak mungkin dari audio interface sebelum ambang distorsi. Naikkan fader pada track sumber hingga mencapai level yang ideal pada indikator, lalu ubah level output headphone pada interface hingga 80 persen dari volume maksimal. Sebelum memulai pemutaran track, putar kontrol LEVEL pada Reamp HP sepenuhnya, lalu naikkan secara perlahan setelah pemutaran track dimulai hingga kita mendapatkan output yang diinginkan dari amplifier. Terakhir, aktifkan preamp pada input interface untuk mencapai level sinyal yang baik pada track rekaman yang baru hasil reamping.

Melalui langkah-langkah tersebut, kita telah mencapai bagian terbaik dari proses Reamping: bereksperimen dengan sound dan menyesuaikan hasilnya. Luangkan waktu dan jelajahi kombinasi berbagai pedal, pengaturan ampli dan teknik penempatan mikrofon untuk menemukan suara sempurna yang menghadirkan aspek kreatif berbeda pada mix kita.

 

Saat ini kemungkinan Radial Reamp HP belum tersedia, akan tetapi metode dasar reamping ini bisa diterapkan ke produk Reamp lainnya, antara lain : JCR Reamp & EXTC Stereo.

Untuk metode reamping yang lebih kompleks, silahkan baca artikel berikut https://www.kairosmultijaya.com/news/protips-reamping-untuk-mendapatkan-tone-sempurna/