Wednesday, July 13, 2016

Pengorganisasian Channel di Mixing Console untuk Gereja

bagian 1 dari 3 
oleh Oleh Chriss Huff

Adalah mimpi buruk bagi setiap sound engineer sebuah gereja, ketika menemukan channel mic untuk singer di mixer di tempat yang acak seperti channel 2, kemudian 7, 10 dan 13! Ditambah lagi, label channel tersebut pun acak, tidak berurutan (singer 3, singer 1, singer 4, dst). Semua hal yang terjadi diatas pasti akan membuat proses mixing di gereja tersebut terhambat dan memerlukan waktu yang lama.

Bagi engineer atau operator gereja pada contoh diatas sering sekali terjadi ketika mereka sendiri baru memulai karir mereka di live audio production, channel yang acak tersebut terjadi karena bergantung dengan posisi musisi di panggung.


Mungkin memang menyusun channel dengan cara ini akan membuat proses hook-up di panggung lebih cepat, karena posisi musisi dan singer yang terkadang berubah-ubah (input channel ke posisi snake terdekat), Tetapi hal ini akan sangat menyusahkan ketika engineer lain/tamu akan mixing di konsol tersebut.

Ada cara lain yang lebih baik, cara penyusunan channel layout yang efektif sehingga mudah mencari channel tertentu, mudah di operasikan, bahkan untuk engineer tamu sekalipun. Tidak peduli bagaimana posisi musisi di panggung berubah.

Coba pikirkan analogi berikut ini; pianist tidak akan pernah ragu-ragu menekan tuts di piano karena posisi tuts tersebut tidak akan pernah berubah. Begitupun sebaliknya, enginner seharusnya akan dengan sangat mudah menemukan channel snare di mixer!
  
Logika di balik proses ini

Susunan urutan standar yang sering dipakai adalah, drum, bass, rhythm, piano dan keyboard, percussion dan instrumen tambahan lainnya, lead vocal, backing vocal, choir, pendeta/pastor, mic extra, dan kemudian multimedia (CD,DVD, komputer, dll). Sebagai referensi, saya selalu memberi beberapa channel kosong setelah rhythm dan backing vocal. Ini adalah channel extra saya ketika ada instrumen tambahan ataupun vocal tamu.


Drum memiliki susunan seperti ini: kick, snare, hi hat, tom 1, tom 2, tom 3, overhead L dan R. Jika salah satu mic tidak dipakai, jangan mengosongkan channelnya, jadi susunan channel drum minimal bisa seperti ini: kick, snare dan overhead. Salah satu alternatif dalam menyusun channel drum berdasarkan frekuensinya (dari low ke hi); kick, tom 1, tom 2, tom 3, snare, hihat, overhead. Channel overhead lebih baik selalu diakhir channel drum.

Gitar rhythm biasanya disusun berdasarkan tipenya, band gereja yang besar biasanya memiliki akustik 1, akustik 2, gitar rhythm (gitar electrik) dan gitar lead. Membedakan gitar lead dan rhythm sebaiknya dilakukan, karena waktu band sewaktu-waktu berubah ataupun pemusik yang berbeda, channel mereka diatur berdasarkan posisi mereka di band, sehingga kita dapat dengan mudah memboost/cut gitar lead,

Terkadang pemain gitar dapat berubah fungsi di dalam lagu, terkadang menjadi lead, di lagu lain menjadi rhythm. Saya menyiasati ini dengan melihat pemain mana yang sering menjadi lead, lalu melabel pemain tersebut menjadi channel lead saya. Selebihnya tinggal memainkan mix-nya pada lagu-lagu tertentu (untuk hal ini saya harus mengetahui aransemen lagu). Cara lainnya adalah menggunakan scene (di konsol digital) di tiap lagu.

Berikutnya adalah piano dan keyboard. Dalam satu lagu, keyboard dapat mempunyai berbagai peran, mulai dari melodi hingga synth pad. Jika keyboardist dalam gereja anda hanya memiliki satu peran saja dalam lagu, lebih baik melabeli channel mereka  untuk peran mereka sehingga mudah dalam me-mixing-nya (contoh, synth L dan R).


Selanjutnya adalah instrumen tambahan, mulai dari perkusi sampai ke violin dan yang lainnya. Sebaiknya urutannya di konsol mulai dari yang paling sering digunakan ke yang paling jarang (dari kiri ke kanan). Jadi jika di gereja anda paling sering ada perkusi daripada violin, maka urutannya adalah channel perkusi kemudian baru violin.

Untuk vokal, lead vocal adalah urutan yang pertama. Untuk gereja, saya biasanya taruh di slot channel vocal urutan pertama, dan kemudian saya beri label ‘WL’ (Worship Leader). Seringkali di beberapa ibadah, WL tidak memimpin lagu tetapi berbicara ketika transisi dari lagu satu ke yang lain. Dan perlu diingat juga channel ini tidak termasuk dalam mute group – akan saya jelaskan lebih banyak tentang mute group setelah ini. Semua channel vocal sebaiknya diberi label sesuai dengan nama penyanyinya.

Mic untuk choir lebih baik disusun sesuai dengan urutan mereka di panggung. Jangan tergoda untuk men-set mikrofon choir dengan gain, fader level dan EQ yang sama untuk mic choir. Karena posisi bass bisa di paling kiri, sopran bisa ada di tengah; apapun situasinya, lebih baik urutan channel sesuai dengan urutan di panggung, karena kita dapat dengan mudah memvisualisasikannya di konsol dan mudah untuk di mix (percayalah, akan sangat lebih mudah).

Mic pendeta atau pastor dapat diberi label dengan beberapa cara, jika hanya ada satu pendeta di gereja anda, dapat diberi label dengan nama pendeta tersebut. Di konsol analog saya akan memberi label generik seperti (pendeta/pastor), di konsol digital saya dapat memberi nama untuk setiap pendeta dan diurutkan sesuai abjadnya.


Tentang kontributor:
Chris Huff adalah praktisi sound gereja dan penulis ‘Behind the Mixer’, sebuah buku tentang fundamental audio sampai ke berhadapan dengan pemusik dan yang lainnya.

Tuesday, July 5, 2016

Selamat Idul Fitri - 1 Syawal 1437 H



Segenap Jajaran Direksi, Pimpinan, Staff beserta Karyawan PT. Kairos Multi Jaya mengucapkan :

SELAMAT IDUL FITRI 
1 SYAWAL 1437 H

Mohon Maaf Lahir Batin

Friday, June 24, 2016

Peavey USB-P USB Playback

Peavey USB-P adalah perangkat audio konverter digital to analog (D/A) dengan balanced stereo output yang berfungsi sebagai penghubung (interface) antara laptop dengan live sound system. Terkadang menghubungkan perangkat komputer / laptop ke dalam sound system dapat menimbulkan masalah baru, diantaranya ground loops. Dengan fitur dual transformer sebagai konverter di dalamnya, USB-P menghasilkan balanced stereo output dan ground isolation, dimana hal tersebut sangat dibutuhkan pada saat menghubungkan computer / laptop ke sound system.








Dengan sirkuit analog di dalam konstruksi body metal yang kokoh, Peavey USB-P menggaransi tidak akan ada gejala lag maupun ism latency. USB-P sangat sesuai untuk kebutuhan playback audio bahkan untuk DJ show. Pengaplikasiannya pun juga sangat simple. Tidak memerlukan power yang besar. Cukup menghubungkan USB-P ke port USB laptop melalui sebuah kabel USB, maka akan otomatis mengaktifkan USB-P.

Fitur USB-P

  • Standard USB Audio Device
  • Transformer Isolation
  • Ground Lifted balanced output
  • USB Powered
  • Stereo / Mono operation
  • Rugged constructions
Peavey USB-P bisa didapatkan di authorized dealer kami, diantaranya:

  1. Hari Hari Musik (Jakarta)
  2. Delta Electronics (Jakarta)
  3. Audio Tech (Jakarta)
  4. Multi Electronics (Medan)
  5. Manado Music Center (Manado)
  6. Maestro Musik (Surabaya)




Wednesday, June 8, 2016

Audio-Technica System 10

Audio-Technica System 10
Audio-Technica System 10 adalah wireless system yang beroperasi pada kisaran frekuensi 2.4GHz, dimana jalur tersebut jauh dari gangguan frekuensi TV dan DTV. System 10 sangat ideal dipakai oleh presenter maupun musisi, karena memiliki kualitas suara yang jernih dan natural serta setup yang sangat mudah dan cepat. System 10 mampu mengakomodasi sampai dengan 8 channel yang mudah diakses dan tanpa masalah pada koordinasi frekuensi.
Audio-Technica ATW-R1100


System 10 wireless system memastikan traffic sinyal yang lancar dengan memerikan jaminan tiga hal berikut : frekuensi, ruang dan waktu. Frequency Diversity mengirim sinyal 2 frekuensi secara dinamis untuk komunikasi tanpa hambatan dan gangguan apapun. Time Diversity mengirimkan sinyal ke beberapa slot waktu untuk memaksimalkan kemampuan untuk meredam berbagai gangguan pada sistem. Space Diversity menggunakan dua antena pada masing-masing transmitter dan receiver untuk memaksimalkan integritas sinyal yang solid.
Audio-Technica Handheld Transmitter


Dengan gaya dan desain yang kontemporer, System 10 dapat diaplikasikan ke berbagai konfigurasi diantaranya handheld vocal microphone/transmitter dan transmitter UniPak® body-pack yang dapat digunakan dengan lavalier, headworn dan microphone instrument seperti gitar listrik. Masing-masing konfigurasi terdiri dari receiver ATW-R1100 dan atau body-pack transmitter handheld microphone.
Audio-Technica System 10 UniPak® body-pack transmitter

Spesifikasi

  • Operating Frequencies 2.4 GHz ISM band
  • Dynamic Range >109 dB (A-weighted), typical
  • Total Harmonic Distortion <0.05% typical
  • Operating Range 30 m (100') typical
  • Open range environment with no interfering signals
  • Operating Temperature Range: 0° C to +40° C (32° F to 104° F)
  • Battery performance may be reduced at very low temperatures
  • Frequency Response 20 Hz to 20 kHz (depend on microphone type)
Receiver 
  • Receiving System: Diversity (frequency/time/space)
  • Maximum Output Level XLR, balanced: 0 dBV
  • 1/4" (6.3 mm), unbalanced: +6 dBV
  • Power Supply 100-240V AC (50/60 Hz) to 12V DC .5A (center positive) switched mode external power supply
  • Dimensions: 190.0 mm (7.48") W x 46.2 mm (1.82") H x 128.5 mm (5.06") D
  • Net Weight: 290 grams (10.2 oz)
  • Accessory Included: Power supply


Handheld Transmitter


  • RF Power Output 10 mW
  • Spurious Emissions Following federal and national regulations
  • Dua battery 1.5V AA (tidak termasuk)
  • Umur battery >7 hours (alkaline) 
  • Dimensions 254.8 mm (10.03") long,
  • 50.0 mm (1.97") diameter
  • Net Weight 280 grams (9.9 oz)
  • Aksesories tambahan AT8456a Quiet-Flex stand clamp




Tuesday, June 7, 2016

ALLEN & HEATH GLD CHROME Edition

GLD adalah sebuah digital mixing yang merupakan hasil dari semangat kami untuk menciptakan digital console yang kompeherensif memiliki workflow yang elegan dan kualitas audio yang superior. GLD telah menorehkan reputasinya diberbagai live / tour event, venue yang ikonik, tempat ibadah serta event-event olahraga bergengsi diberbagai belahan dunia. System GLD terdiri dari mixing console (GLD-80 dan GLD-112) dan GLD AudioRacks (AR2412, AR84, AB168). Saat ini, GLD Series hadir dalam edisi Chrome dengan desain dan gaya yang makin elegan, fitur Automatic Mic Mixing, Plugin FX serta compressor model di semua channel!


GLD lebih dari sekedar mixer – GLD adalah digital mixing system yang lengkap dan kompeherensif. GLD adalah digital mixing system yang scalable, cost effective serta mudah dalam pengoperasianya, dimana konsep dasarnya adalah iLive series yang telah sukses besar di pasar digital mixer. Dengan I/O expander audio racks melalui kabel Cat5, GLD memberikan kemudahan dalam  membangun system sampai dengan 48 mic input, yang tentu saja didukung dengan suite apps, software dan personal monitor.

Berbeda dengan seri iLive yang menempatkan seluruh processing system pada IDR, jantung utama dari system GLD terdapat pada unit digital mixer GLD itu sendiri. Dengan prosesing 48 channel input, 8 stereo FX return, 30 bus yang mudah untuk dikonfigurasi, 20 mix processing channel dan power DSP yang memberikan kemampuan full processing tanpa kompromi.




Baik GLD-80 maupn GLD-112 memiliki channel processing gaya analog yang dilengkapi dengan layar sentuh grafis berukuran 8.4 inch. Dengan layout yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, sangat memudahkan untuk mengatur input atau mixes ke pader strips. Terdapat 20 fader strip dalam 4 layar yang masing-masing digerakkan dengan motorized fader serta sebuah display LCD pada masing-masing channel yang dapat dinamai dan dikategorikan sesuai dengan kode warna dan sebuah rotary control untuk mengakses gain secara langsung, pan dan pengiriman aux/FX. Pada panel belakang GLD terdapat 4 XLR mic/line input, 4 XLR line out, 4 RCA input, 2 RCA output dan digital output dalam format SPDIF dan AES3.



Main Features


  • 20 faders strips in 4 layers (GLD 80)
  • 28 fader strips in 4 layers (GDL 112)
  • 48 input processing channels8 stereo FX returns
  • 30 configurable buses
  • 20 mix processing channels



Tuesday, May 24, 2016

Amphenol


Siapa yang belum pernah mendengar brand dan produk-produk Amphenol? Amphenol adalah perusahaan yang fokus memproduksi professional connectors dan berbagai jenis kabel. Produk yang didesain dan diproduksi oleh Amphenol mampu memenuhi berbagai kebutuhan pasar hiburan dan membuat pemilihan sistem interkoneksi menjadi sesuatu hal yang mudah. Perusahaan ini bermarkas di Australia. Selain itu Amphenol juga memiliki fasilitas produksi di Amerika Serikat dan China.

Amphenol telah memproduksi produk-produk untuk industri pro-audio salama kurang lebih lima puluh tahun. Sejak dimulainya pengembangan konektor seri XLR AC, Amphenol terus melanjutkan tradisi dalam menyediakan produk berkualitas bagi konsumen dalam industri yang semakin kompetitif. 

Perbaikan yang berkesinambungan melalui ISO900, fokus pada kesadaran lingkungan dan pengembangan produk yang mampu memimpin pasar dan industri untuk generasi berikutnya adalah filosofi yang diusung Amphenol. Sebagaimana kemajuan industri hiburan yang terus berkembang, kemajuan teknologi dari sektor industri lainnya menjadi sangat menantang. Kehadiran Amphenol dalam pasar global yang memiliki keterkaitan teknologi dengan divisi Amphenol yang lain, dimana masing-masing memiliki spesialisasi dan menjadi market leader dalam bidang teknologi interkoneksi, membuat Amphenol sangat siap menghadapi tantangan pasar.

Dalam menjaga lingkungan, Amphenol tetap berkomitmen untuk mengurangi beban dan dampak industri terhadap lingkungan melalu program perbaikan yang bekesinambungan. Hal tersebut meliputi minimalisasi atau bahkan mengganti bahan-bahan yang berbahaya bagi lingkungan dengan bahan yang ramah lingkungan, atau apabila hal tersebut tidak memungkinkan Amphenol akan mereduksi dampak yang ditimbulkan secara maksimal.

Dengan kemampuan Amphenol penyediaan produk berkualitas dan support untuk berbagai desain aplikasi dan permodelan, aplikasi teknik, pabrikasi, perakitan dan pengujian serta ditambah dengan kestabilan ketersediaan produk dipasaran, hal tersebut berarti Amphenol mampu menjawab tantangan dan memberikan dukungan segala kebutuhan system di berbagai level.

Jenis-jenis konektor atau yang di Indonesia lazim disebut sebagai jack, yang paling populer dikalangan pro-audio bisa dilihat disini.

Thursday, May 12, 2016

Mackie Thump Series


High-Performance Audio with Low Price Tag

Dirancang dan diproduksi oleh team yang sama dengan team yang merancang Mackie SRM450v2 yang laris manis di pasaran, Makie Thump Series Powered Loudspeakers memiliki low-end dan power yang nendang dengan desain yang portable dan ringan. Dengan ampli Class-D Fast Recovery™ yang memiliki kemampuan mendorong power high-frequency compression driver dan bass untuk menghasilkan high-output woofer. Mackie active processing memiliki crossover yang presisi dan driver time-alignment yang memberikan efisiensi system secara optimal  Dengan desain khusus, Mackie Thump memberikan fitur EQ 3-band untuk mengatur tone dan bisa diaplikasikan ke berbagai situasi. Anda bisa memasang Thump ke pole / tripod maupun difungsikan di lantai stage sebagai wedges. 
Mackie TH-15


More than Just a Powered Speaker Cabinet


Tentu saja, Mackie Thump memiliki power amp yang tersemat didalamnya. Dengan Class-D Fast Recovery™, woofer bekerja semakin efisien dan mampu mengurangi panas dengan lebih baik dibandingkan dengan produk speaker lain. Active compression memberikan pertahanan awal untuk driver dan thermal circuitry yang melindungi amplifier dan power supply dari suhu yang semakin naik. 



Seluruh system elektronik didalamnya bekerja secara dinamik untuk menghasilkan audio yang superior yang sebelumnya tidak dapat dijangkau oleh produk lain dalam range harga Thump Series.
Selain itu, teknologi Mackie Active seperti yang sudah dipopulerkan pada seri SRMv2, membagi frekuensi melalui 2-way crossover yang presisi serta mengatur sinyal sedemikian rupa sehingga sinyal low-freq dan high-freq dapat diterima secara bersaman oleh seluruh pendengar.

  
Portability Meets Versatility

Bagi kebanyakan orang, portabilitas adalah hal yang penting. Itulah kenapa speaker Thump   diciptakan dalam bentuk yang ringkas dan ringan, khususnya TH-12A yang memiliki dimensi tinggi kurang dari 70 cm dan berat sekitar 12 kg. Terlepas dari pengaplikasiannya, Thump adalah pilihan tepat untuk berbagai situasi. Dengan gabungan portabilitas dan kemudahan dalam aplikasi menghasilkan low-end yang tidak ada bandingannya, itulah kenapa mereka dinamai Thump = Berdebar! Tapi jika Anda adalah seorang DJ dan menginginkan dentuman yang dahsyat, maka TH-15A adalah pilihan yang sempurna. Untuk kebutuhan vokal dan instrumen akustik yang membutuhkan mid-range yang melimpah, TH-12A adalah jawabannya.



Speaker Thump tidak hanya bagus untuk PA, tetapi juga bisa digunakan sebagai monitor wedges yang mumpuni – cukup baringkan kabinetnya ke samping dan nyalakan. Kombinasi bentuk yang ringkas dan bobot yang ringan berarti sedikit pula beban yang dihasilkan apabila dipasang pada pole yang tinggi, maupun dipasang di dalam van. Respon frekuensi yang lebar membuat Thump sangat ideal dipakai untuk kibor, vokal bahkan untuk monitor bass gitar. Speaker Thump memiliki respon smooth yang mumpuni dan dispersi frekuensi yang lebar, jadi Anda bisa gas poll volume-nya dan masih mendapatkan suara yang dinamis dan tidak menyiksa telinga.


Exceptional Sonic Performance


Speaker Thump series memberikan audio value yang lebih untuk ukuran dan range harga di kelasnya. Desain 2-way menghasilkan dentuman yang mampu membuat dada bergetar dan compression driver 1 inch-nya menghasilkan suara yang smooth dan dispersi yang lebar.

Bahkan Mackie menyertakan sebuah 3-band equalizer pada input untuk memberikan control tone yang Anda perlukan; 15dB boost / cut pada 80Hz (low shelf), 100Hz – 8kHz (sweepable mids) dan 12kHz (high shelf). Dengan EQ yang mudah disesuaikan, Anda dapat menambahkan ekstra hentakan pada kick drum, detail hi-hat yang mendesis dan menonjolkan vokal.





Protecting Your Investment


Mackie sadar bahwa Anda berharap banyak pada speaker yang Anda beli, Mackie menambahkan sirkuit elektronik khusus untuk menjaga performa terbaik dari speaker Thump, meskipun digeber dengan keras untuk waktu yang lama. Masing-masing driver memiliki compression circuit yang transparent yang membantu melindungi dari transient peaks yang merusak. 

Selain itu, sebuah over-excursion filter ditempatkan sebelum low frequency dari ampli, melindungi woofer dari bottoming-out pada saat low-freq digeber pada level maksimal. Itu berarti Anda bisa memacu Thump tanpa khawatir akan kerusakan yang disebabkan oleh panas. Karena apabila perangkat elektroniknya mengalami overheat, saklar pemisah thermal akan aktif dan mematikan high / low frequency ampli sampai dingin kembali. Perangkat pelindung ini memastikan pemakaian dalam jangka panjang dan kualitas suara speaker yang bisa Anda andalkan.