Tuesday, August 24, 2021

Audio-Technica AT2040



Hypercardioid Dynamic Podcast Microphone

Terinspirasi oleh kesuksesan dan kualitas broadcast microphone BP40, Audio-Technica menghadirkan microphone AT2040 untuk para podcaster dan pembuat konten berbagai level dengan semua fitur yang diperlukan untuk memulai atau meningkatkan kualitas suara yang lebih profesional. Microphone Hypercardioid Dynamic ini menjanjikan kualitas audio yang konsisten pada jarak dekat serva isolasi suara latar yang mengganggu. Shockmount yang terintegrasi di dalam mic ini optimal dalam meminimalkan kebisingan, guncangan atau getaran yang mengganggu. Ideal untuk wawancara atau kolaborasi podcast yang memerlukan pengeditan pasca-produksi yang minimal. Penyiapannya cepat dan mudah dengan output XLR yang terhubung ke peralatan profesional broadcast atau interface untuk Mac dan PC.

Mikrofon AT2040 menawarkan ‘broadcast sound’ berkualitas profesional dalam paket yang terjangkau. Meskipun dirancang untuk podcasting, AT2040 juga dapat digunakan untuk berbagai pembuatan konten lainnya, seperti live streaming, bermain game atau melakukan pekerjaan sulih suara / voice over.

Elemen diafragma besar AT2040 menghasilkan suara yang halus dan alami, apa pun aplikasinya. Multistage windscreen internal dengan desain khusus (menggabungkan jaring busa dan filter pop nonwoven) yang dikombinasikan dengan polar pattern hypercardioid menghasilkan pickup suara yang sangat terarah, ketat dan optimal dalam mengurangi kebisingan eksternal sekaligus menghasilkan suara yang ‘hangat’. Mikrofon podcast AT2040 memudahkan untuk merekam single atau dual vocal saat berada di ruangan yang sama, jadi meskipun menggunakan dua mikrofon untuk merekam podcast dua orang, pengguna akan menikmati pengambilan audio yang luar biasa.

Dalam setiap kemasan AT2040 telah dilengkapi dengan dudukan putar, adaptor berulir 5/8"-27 hingga 3/8"-16, dan kantong pelindung yang lembut.




Fitur AT2040
  • Mikrofon dynamic yang menghadirkan broadcast sound yang hangat dan tegas, pilihan sempurna untuk podcasting.
  • Diafragma besar untuk reproduksi suara halus, alami dan tingkat kebisingan rendah.
  • KMultistage windscreen untuk memberikan penyaringan pop internal yang superior
  • Shockmount internal untuk meredam kebisingan, guncangan, dan getaran yang ditransmisikan melalui dudukan mikrofon, boom dan dudukan mic.
  • Pola kutub hypercardioid mengurangi pengambilan suara dari samping dan belakang untuk isolasi vokal maksimum
  • Dalam setiawan kemasan susan termasuk dudukan putar, adaptor berulir 5/8"-27 hingga 3/8"-16 dan kantong pelindung yang lembut

Spesifikasi AT2040
  • Element : Dynamic
  • Polar Pattern : Hypercardioid 
  • Freq Respons : 80-16.000 Hz
  • Impedance : 600 Ohm

Jadi, apakah Anda seorang podcaster pemula atau profesional, Audio-Technica AT2040 Hypercardioid Dynamic Podcast Microphone adalah pilihan yang bagus dengan harga yang sangat terjangkau.

Monday, August 16, 2021

Audio-Technica AT2035 - Cardioid Condenser Microphone




Microphone AT2035 didesain untuk aplikasi home studio, professional studio maupun live performance. Mic studio cardioid condenser ini mampu menghadirkan detail reproduksi yang luar biasa dan tingkat kebisingan yang sangat rendah dalam rentang frekuensi 20 – 20.000 Hz. Dilengkapi dengan high-pass filter 80Hz (switchable) dan pad 10 dB, AT2035 untuk menangani sumber suara ber-SPL tinggi secara smooth, seperti untuk miking ampli gitar.

Konstruksi body yang kokoh dan spesifikasi berperforma tinggi, AT2035 memberikan konsistensi kualitas dan durabilitas maksimal. Dalam setiap kemasan, mic ini dilengkapi dengan kantong (pouch) pelindung dan shockmount AT8458.

Dengan reproduksi suara yang smooth dan natural, AT2035 sangat ideal untuk musisi, streamer, podcaster dan pembuat konten professional lainnya.




Spesifikasi AT2035

  • Element : Fixed-charge back plate, permanently polarized condenser
  • Polar pattern : Cardioid
  • Freq Response : 20 – 20.000 Hz
  • Low Freq Roll Off : 80Hz, 12 dB/octave
  • Impedance : 120Ω
  • Max SPL  : 148 dB SPL, 1 kHz at 1% T.H.D; 158 dB SPL, with 10 dB pad
  • Noise : 12 dB SPL
  • Dynamic Range : 136 dB, 1 kHz at Max SPL
  • Phantom Power : 11-52V DC, 3.8 mA typical
  • Output Connector : Integral 3-pin XLRM-type
  • Acessories : AT8458 shock mount for 5/8”-27 streaded stand; 5/8”-27 to 3/6”-16 threaded adapteR; Soft protective pouch


Monday, August 9, 2021

CASIO CT-S400

Casiotone CT-S400 menawarkan sebuah keyboard portabel yang kaya akan nada, fitur yang beragam serta audio berkualitas tinggi untuk kesenangan dan eksplorasi bermusik tanpa batas. Kapanpun, di manapun dan dengan siapapun.




Jadikan musikmu lebih berwarna dengan fitur-fitur terbaik dari Casiotone CT-S400! Terdapat 600 tones yang dapat dipilih mulai dari piano, strings, brass, synthesizer, bass dan drum yang akan selalu menghadirkan inspirasi untukmu setiap saat, serta koleksi iringan musik yang terdiri dari 200 iringan dari berbagai genre musik yang dapat dipilih sesuka hati. Kamu juga dapat bermain bersama 160 lagu bawaan dengan fungsi backing otomatis. Atur dengan leluasa tempo yang diinginkan serta bagian tangan mana, kanan tau kiri, yang ingin dimainkan.


CT-S400 juga kompatibel dengan Chordana Play apps untuk belajar keyboard jadi makin mudah. Fitur piano roll warna-warninya sangat membantu untuk melihat tuts mana yang harus ditekan saat ngulik lagu. Ada fitur scoringnya juga, yang bikin belajar keyboard serasa seperti bermain game! Seru kan? Yuk download sekarang, gratis!


Apa saja sih fitur Casiotone CT-S400?
• 61 tombol ukuran penuh dengan Touch Response, Pitch Bend Wheel, dan kontrol yang mudah digunakan
• 600 Tone dengan AiX Sound Source
• 200 Accompaniment Rhythm
• 6-track song recorder
• Sistem Speaker Stereo Bass-Refleks yang kuat dengan surround fx.
• USB-MIDI untuk menghubungkan ke aplikasi Chordana Play
• Opsional 6 x daya baterai AA (AC Adaptor & music rest included)
• Strap Pin untuk bermain di mana saja
• Opsional WU-BT10 Bluetooth MIDI / Audio Adapter

Ikuti @pojokcasio dan @casiomusicindonesia untuk info seputar CASIO EMI.

Tuesday, July 27, 2021

Audio-Technica ATM450 - Cardioid Condenser Instrument Microphone




Salah satu ‘rising star’ dari re-make Artist Series, mikrofon ATM450 menawarkan desain side-address stick yang inovatif untuk opsi penempatan tanpa batas dan penghalang yang minimum. Mikrofon ini dilengkapi dengan filter hi-pass 80 Hz integral yang memudahkan peralihan dari respons frekuensi flat ke roll-off low-end.

ATM450 juga dilengkapi pad 10 dB yang dapat di-switch untuk menurunkan sensitivitas mikrofon, memberikan kemampuan SPL yang lebih tinggi untuk penggunaan yang fleksibel dengan berbagai penampil dan konfigurasi sistem. Respons frekuensi datar mikrofon ini juga di-extand yang membuatnya ideal untuk SPL tinggi serta untuk instrumen akustik live yang diamplifikasi.

Dalam setiap kemasan ATM450 dilengkapi dengan clamp isolasi profesional-grade untuk memberikan posisi pemasangan yang aman, serbaguna dan peredam kebisingan mekanis yang tidak diinginkan secara efektif.

Spesifikasi ATM450
• Element : Fixed-charge back plate permanently polarized condenser
• Polar Pattern : Cardioid
• Frequency Response : 40-20,000 Hz
• Low Frequency Roll Off : 80 Hz, 18 dB/octave
• Open Circuit Sensitivity : –41 dB (8.9 mV) re 1V at 1 Pa

#AudioTechnica #ATM450 #Microphone

Wednesday, July 14, 2021

#ProTips | Reamping Untuk Mendapatkan Tone Gitar Sempurna


Bagi kebanyakan gitaris, mungkin gampang untuk mendapatkan tone gitar elektrik yang bagus, akan tetapi juga tidak sedikit yang agak kesulitan untuk mendapatkan tone sempurna sebelum mendengarkannya dalam konteks mix. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah metode reamping! Sesuai dengan namanya, reampingadalah proses dimana Anda mengeluarkan track yang sudah direkam dan meng-“amplify”-nya kembali melalui speaker/ kabinet untuk mencari dan mendapatkan tone yang sesuai dengan konteks mix lagunya. Memang,  proses ini terdengar agak rumit dan akan menyita banyak waktu, tetapi proses ini akan membantu Anda untuk mendapatkan hasil yang sempurna dan me-revolusi sound dari musik Anda sendiri.

Bahkan tidak sedikit yang terjebak situasi yang lebih menjengkelkan; mencoba untuk mendapatkan inspirasi untuk suatu riff lagu, tetapi kemudian membuang waktu untuk setting ampli, mic, dll. Dan pada waktu Anda siap untuk merekam, yang terjadi adalah Anda lebih fokus kepada tone tersebut dari pada ide musikalnya. Dan yang lebih parah, sound yang Anda rekam tidak cocok dalam konteks musik pada sektor final mix-nya.

Salah satu solusinya adalah menempatkan sebuah DI Box diantara gitar dan fx atau ampli gitar, jadi masih ada cadangan sinyal unprocessed yang data diolah kembali dari pada harus merekam part gitar tersebut di lain waktu ketika hasilnya tidak sesuai. Dengan metode reamping, kita tidak perlu kuatir jika ternyata merekam tone yang buruk, bisa fokus dalam ide musikal dan performa, serta dapat membuka kreativitas lebih luas.

Dan kabar bagusnya, reamping bukan hanya untuk gitaris. Karena teknik ini pertama kali justru digunakan oleh bassist. Jadi koncept reamping ini dapat gunakan untuk semua jenis track.

Langkah 1 : Merekam track untuk reamping

Untuk mendapatkan hasil terbaik dengan metode reamping, Anda membutuhkan tone direct track yang benar-benar clean / natural dari instrumen yang akan di-reamping. Saran kami, gunakan direct box seperti Radial J48™.


Menggunakan DI mempunyai banyak manfaat daripada mencolokkan langsung instrumen Anda ke input interface rekaman Anda. Radial J48 dapat mempertahankan dan menambahkan ‘cadangan high frequency‘ dari instrumen  yang terkadang loss pada saat menggunakan input instrumen interface rekaman berkualitas rendah. Interface rekaman Anda akan mendapatkan input mic level dari DI box (bukan line atau instrumen level) sehingga preamp interface Anda dapat bekerja maksimal untuk track instrumen tersebut.

Dengan menggunakan DI box seperti Radial J48, Anda juga tetap dapat menggunakan pedal, fx, ampli serta mic untuk todong ampli dengan menggunakan ouput ‘thru’ yang ada di DI box ini. Dengan begitu, Anda akan merekam masing-masing dua track untuk satu instrument (secara bersamaan); satu track clean DI dan satu track processed dari pedal, fx, ampli, ataupun mic todong. Dengan demikian Anda akan mendapatkan pilihan jika ternyata processed track tersebut tidak sesuai dalam konteks keseluruhan lagu pada saat mixing.

Langkah 2 : Reamp track dan capture kembali

Oke, setelah selesai dalam proses tracking semua instrumen dan memulai proses mixing, jika ternyata sound gitar tidak cocok dengan lagunya – jangan kuatir! Inilah saatnya menggunakan track clean dari DI saat direkam tersebut untuk proses reamping.

Pada software DAW, set ouput dari track DI yang akan di-reamping ke output lain (contoh: misal output monitor Anda adalah Ouput 1-2, maka pilih output 3 mono untuk ouput track reamping-nya).



Lalu sekarang sambungkan output terpisah ini ke Reamp® box. Langkah ini sering kali terlewat oleh banyak orang dalam proses reamping, yang mana ini menjadi sangat krusial untuk mendapatkan hasil sempurna. Sebuah Reamp box meng-konversi sinyal balance dari interface Anda menjadi instrumen level dengan impedansi yang tepat untuk dikirim ke efex, pedal ataupun ampli Anda.

Untuk para pemula dalam metode reamping, Radial ProRMPTM adalah solusi reamp pasif yang mudah dengan hanya menggunakan satu tombol gain dan ground lift. Sedangkan untuk Radial Reamp JCRTM, desain original dari John Cuniberti dipertahankan dengan menggunakan transformer gulung. Sedangkan produk reamp Radial yang sekarang populer digunakan adalah Radial X-AmpTM dengan dua reamp output sehingga Anda dapat bereksperimen dengan sebebas-bebasnya. Untuk Anda yang menggunakan produk 500 series, terdapat juga X-Amp 500TM.

Selanjutnya, kirim output unbalance (instrumen level) dari reamper ke fx pedal atau ampli Anda. Ada baiknya jika mengirim kembali sinyal reamp ke interface sehingga kita dapat memonitor sinyal reamp secara real time, untuk mempermudah membuat perbahan sesuai selera sebelum merekam track tersebut.

Ingat, proses reamping butuh latihan dan proses pengalaman. Kita tidak jadi mahir dalam proses reamping hanya dengan satu malam saja.

Note:

Jika Anda hanya memiliki interface 2 x 2 (2 input dan 2 output), Anda tetap dapat melakukan reamping. Hanya saja prosesnya menjadi sedikit lebih panjang: rekam (melalui output 1 mono atau 2 mono, monitor melalui headphones), lalu dengarkan (melalui ouput 1-2 atau headphone), lalu atur sesuai keinginan, kemudian rekam kembali. Kami menyarankan Anda melakukan proses reamping dengan interface yang memiliki lebih dari 2 output, sehingga Anda dapat memonitor track secara real time.

 

Kesimpulan

Reamping tidak hanya menghemat waktu dan mengurangi stress berlebih pada saat dihadapkan pada situasi yang kita sebut harus tracking ulang! Proses ini juga melatih kita untuk dapat mencari tone yang sempurna.

Keuntungan yang lain?

  • Improving sounds –  Anda memiliki track vocal yang kurang ‘berenergi’, atau software instrumen yang terdengar digital sekali? Anda dapat memberikan saturasi yang anda mau melalui proses reamping (pedal distorsi atau reamping pada ruangan yang sebenarnya?)
  • Sound yang unik – Dengan kemampuan preset plugin sekarang ini, reamping membuat Anda dapat membentuk tone yang benar-benar unik terhadap gear, mic, dan ruangan dimana Anda merekam. Semua ini membuat musik Anda benar-benar personal.
  • Mudah untuk di edit – Anda akan lebih mudah untuk mengedit sinyal clean DI daripada processed signal yang terdistorsi, coba bandingkan, Anda akan lebih mudah melihat attack, decay dan sustain pada sinyal clean daripada distorsi.
  • Bocoran Audio – Recording live band? Anda pasti tidak ingin suara ampli bocor di track drum Anda. Dengan memakai DI box Radial JDX Direct-DriveTM gitaris dan bassis anda tidak akan komplain karena DI ini mensimulasi suara ampli asli dengan sangat baik.#KairosMultiJaya #radial #RadialEngineering #DirectBox #Reamp #Reamping

Thursday, July 1, 2021

Kesuksesan Tidak Dibangun Dalam Satu Malam

Di era sekarang ini, rekaman menjadi sesuatu yang lazim dan bisa dilakukan oleh siapapun, mulai musisi pemula sampai dengan professional. Bahkan yang tren saat ini, content creator. Berkat kemajuan teknologi dan berbagai inovasi perlengkapan recording, rekaman tidak lagi harus dilakukan di studio professional, akan tetapi juga bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun bahkan di kamar tidur.

Fakta menyatakan bahwa Focusrite Scarlett adalah perangkat interface yang paling banyak digunakan dan dijumpai di berbagai studio maupun home studio di seluruh penjuru dunia. Dari pernyataan tersebut akan timbul pertanyaan; apa yang membuat Focusrite Scarlett menjadi audio interface yang paling favorit? Tentu saja disana ada sejarah besar dan warisan kualitas perangkat rekaman legenda yang telah digunakan oleh musisi kenamaan pada era sebelumnya.


 

Sejarah Focusrite

Pada tahun 1985, George Martin (yang dikenal sebagai produser The Beatles) pemilik AIR Studio London menugaskan Rupert Neve (si jenius dibalik perangkat konsol mixing, mic preamp dan EQ brand Neve) untuk mendesain dan membuat Mic Preamp dan EQ Circuit secara exclusive untuk konsol mixing di studio miliknya. Sesuai dengan permintaan George, Neve berhasil menciptakan sebuah konsol preamp yang disebut sebagai ISA 110; sebuah modul preamp yang diciptakan secara cermat dan detail komponen yang memiliki kulitas military-grade. Nah, preamp inilah cikal bakal mic preamp Focusrite yang kita kenal saat ini!



Perlu digaris bawahi, bahwa modul asli ISA110 ini tidaklah murah. Jika Anda ingin membeli ISA110 beserta power supply dan rack mounting-nya saat itu, Anda harus menyiapkan uang sebesar $7000 atau setara dengan $22.000 atau senilai Rp. 374.000.000,- untuk saat ini! Harga yang sangat fantastis untuk sebuah modul preamp.



Ketertarikan George Martin terhadap ISA110, membuat Neve bersemangat untuk mengembangkan mic preamp lainya, seperti ISA130 dan ISA115 yang menjadi esensi dari konsol Focusrite Forte; sebuah proyek mixing konsol hi-end ambisius saat itu; terbesar, kompleks dan termahal! Sayangnya dikarenakan biaya produksi yang super mahal, konsol Focusrite Forte hanya berhasil diproduksi sebanyak 2 unit yang saat ini masing-masing berada di Master Rock Studio di London dan Electrik Lady Studio di New York.



Pada kesempatan lain, Phil Dudderidge menjual perusahaan Soundcraft miliknya dan membeli sebagian besar aset dan gagasan Neve, serta mengumpulkan beberpa engineer dan designer untuk menghidupkan kembali proyek Focusrite. yaitu mendesain dan menata ulang konsol mixing Forte menjadi Focusrite Studio, dengan tetap mempertahankan ISA110 sebagai fitur utama, agar harga modulnya menjadi lebih terjangkau untuk pasar yang lebih luas.



Focusrite Studio adalah modul inovatif dengan 70 input dan prosesing yang powerful. Bisa dikatakan sebagai Sebuah ‘raksasa’ di masanya. Pada tahun 1990, Dudderidge berhasil memproduksi 10 unit konsol Focusrite Studio. Yang mana diantaranya masih digunakan di berbagai belahan dunia sampai dengan saat ini. Salah satunya di Ocean Way Studio Los Angeles yang berhasil merekam karya-karya hits jutaan bahkan miliaran copy! Salah satunya adalah Green Day  album 21st Century Breakdown (2009)



Dapat dikatakan bahwa konsol Focusrite Studio menjadi konsol favorit para engineer rekaman. Beberapa diantaranya yang cukup beruntung dapat menggunakan dan mempelajarinya. Pakar analog Mark Thompson dan Hugh Robjohns dari majalah Funky Junk dan Sound On Sound memuji performa Focusrite Studio, dimana banyak prosesor audio pada konsol lain memanipulasi suara dengan menambahkan atau menghilangkan komponen tertentu justru Focusrite Studio dan unit ISA110 mampu menangkap suara dengan transparan, mempertahankan karakter asli dan tekstur yang smooth di seluruh rentang frekuensi. Sejak saat itu, Focusrite merilis berbagai lini produk komersiil secara luas, diantaranya RedNet series, Platinum, Saffire, Liquid, Clarett dan tentu saja Scarlett series yang dapat kita gunakan dimanapun!



Saat ini, Focusrite Scarlett dengan lini produk generasi ketiga tengah mendominasi pasar audio interface dunia. Scarlett series terdiri dari Scarlett Solo, Scarlett Solo Studio, Scarlett 2i2. Scarlett 2i2 Studio, Scarlett 4i4, Scarlett 8i6, Scarlett 18i8 dan Scarlett 18i20. Meskipun demikian, Focusrite masih terus berinovasi dan merilis ulang beberapa produk di ISA, seperti ISA 428 MKII, mic preamp dengan 4-channel yang menampilkan performa ISA 110 klasik.



Arahan yang cerdas dan cermat dari seorang Phil Dudderidge beserta timnya telah membawa Focusrite pada level sekarang ini; produsen audio interface berkualitas tinggi dengan harga yang mampu dujangkau oleh konten creator maupun musisi amatir sekalipun!

Tuesday, June 15, 2021

Mackie EM - CHROMIUM




Premium USB Condenser with Built-in 2-Channel Mixer

Mackie EM-CHROMIUM adalah mikrofon desktop studio-grade yang dilengkapi dengan audio interface dengan sample rate 16-Bit / 48kHz serta mixer 2-channel. Mic ini menggabungkan mikrofon kondensor ber-diafragma besar, Onyx premium dengan input 1/4" dan mixer. Fitur-fitur ini menjadikan EM-CHROMIUM sebagai solusi lengkap untuk penyanyi-penulis lagu yang ingin membuat demo profesional di rumah maupun instruktur gitar online yang membutuhkan instrumen mereka untuk tampil dengan suara keras dan jernih melalui platform streaming.

Konektivitas USB-C yang simple membuat EM-CHROMIUM menjadi operasi plug-and-play tanpa menginstal driver apa pun. Selain itu, Anda mendapatkan kontrol level mikrofon dan output headphone di mikrofonnya langsung. 

Empat polar pattern yang dapat diganti melengkapi mikrofon Mackie EM-CHROMIUM untuk berbagai kebutuhan recording yang sangat realistis dan suara vokal yang terdengar natural. Anda juga dapat menghubungkan ponsel atau tablet dengan output 1/8 "untuk berbagi pemutaran materi atau jamming bersama dengan backing track.




#Mackie #MackieChromium#Chromium #CondenserMicrophone#Microphone #KairosMultijaya

Mackie EM - CARBON



Premium USB Condenser Microphone

Dengan preamp mikrofon Onyx low-noise yang terterintegrasi dan koneksi USB-C yang cepat, mikrofon kondensor diafragma besar Mackie EleMent CARBON adalah mikrofon premium yang Anda butuhkan untuk merekam suara dan musik di home studio dengan kemampua sample rate 16-Bit / 48kHz. Dari streaming game hingga podcasting, dari vlogging hingga multitracking, EM-CARBON siap memberi Anda kualitas suara professional audio tanpa perlu peralatan tambahan.

Terdapat 5 pola kutub yang dapat diganti untuk melengkapi Mackie CARBON untuk perekaman ensambel yang hiper-realistis dan pickup vokal yang terfokus. Plus, dengan dudukan desktop putar bawaan, yang membuat mikrofon inoi dapat dibawa kemana saja untuk menghasilkan kualitas suara yang mewah. Anda juga dapat memasang CARBON ke dudukan mikrofon konvensional untuk reproduksi suara instrumen. 

Dengan konektivitas Class Compliant USB yang aplikasi seperti OBS dan Reaper dapat langsung digunakan bersama mikrofon ini tanpa perlu menginstal driver apa pun. Anda juga mendapatkan kontrol level mikrofon dan output headphone khusus pada mikrofon, plus sakelar mute (lengkap dengan LED indikator).

Lima Polar Pattern yang dapat dipilih
Mackie CARBON sangat serba guna, dilengkapi dengan 5 polar pattern yang dapat diganti untuk berbagai kebutuhan perekaman. Perlu memfokuskan suara Anda di ruangan yang cukup berisik dan ‘hidup’? Polar pattern Super-cardioid adalah jawabannya. Menangkap suara saat menyanyi? Anda tidak bisa mengalahkan polar pattern Cardioid yang klasik itu. Ingin ‘menangkap’ dua penyanyi sekaligus? Bi-directional adalah pattern yang tepat. Ingin merekam musik dan audio seperti yang terdengar di ruangan? Pola Omni dan Stereo memberi Anda pickup alami untuk mereproduksi semua yang didengar telinga Anda.

Fitur Mackie CARBON – Premium USB Condenser Microphone
• Large-diaphragm condenser mic with integrated desktop stand
• Premium sound for your podcast/video studio or gaming setup
• Class compliant USB-C connection

Mackie EM-91CU



USB Condenser Microphone

Mikrofon Mackie EleMent Series EM-91CU menghadirkan kualitas suara studio dari mikrofon kondensor EM-91C ke format USB yang makin mudah diaplikasikan. Seperti pendahulunya, mikrofon ini dibuat untuk memberikan dua hal: respons akurat dan daya tahan ekstrem - kesemuanya dengan harga yang terjangkau.

Kapsul ber-diafragma besar sangat cocok untuk hampir semua aplikasi. Anda dapat menempatkannya ke depan penyanyi untuk menangkap ‘warmth’ dan detailnya yang jernih, atau menggunakannya untuk menangkap setiap detail dan nuansa dari penampilan gitaris dengan gaya finger style-nya.

Dengan pengoperasian USB yang plug-and-play, EM-91CU sempurna untuk pembuatan konten, podcasting, dan rapat online saat dalam perjalanan. Di mana pun Anda menggunakannya, EM-91CU menampilkan durabilitas maksimal dan keserbagunaan berbagai kebutuhan suara yang sonik.

EM-91CU dilengkapi shockmount untuk meminimalisir kebisingan dan kabel USB-A ke USB-B untuk konektivitas instan. Dan karena sirkuit Mackie Onyx onboardnya, EM-91CU mampu mereproduksi tone yang besar, noise rendah, dan dynamic range yang tinggi.



Fitur Mackie EM-91CU
• USB version of Mackie's EM-91C desktop LDC
• Onboard Onyx preamp circuitry supplies big tone, low noise, and high dynamic range
• Professional quality sound
• No knobs, no switches, no fuss — just plug and go
• Durable construction 
• Predictable cardioid polar pattern
• Captures audio in film-quality 16-bit/48kHz
• Included shockmount helps reduce A/C hum, footstep rumble, and typing noise
• USB cable also included